nasional

Penyuluhan MMD 71 Universitas Brawijaya di SMPN 2 Pronojiwo: Ketika Video Sakau Membuka Mata Generasi Muda

Rabu, 16 Juli 2025 | 07:42 WIB
Mahasiswa MMD 71 Universitas Brawijaya menggelar penyuluhan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di SMP Negeri 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Senin (15/07). (Sumber : MMD 71 Universitas Brawijaya )

FAJARNUSA.COM - Untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam bahaya narkotika sejak dini, Mahasiswa MMD 71 Universitas Brawijaya menggelar penyuluhan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di SMP Negeri 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Senin (15/07).

Kegiatan ini menyasar pelajar SMP yang berada di fase krusial pencarian jati diri dan dalam masa pubertas yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Menyadari hal itu, para mahasiswa MMD 71 berupaya memberikan edukasi langsung kepada para siswa agar mereka memiliki bekal pengetahuan untuk menolak ajakan mencoba narkoba.

“Di usia remaja, ketertarikan mencoba hal baru sangat besar, terutama jika tidak ada kegiatan positif yang mengisi waktu mereka. Di situlah narkoba bisa masuk,” ujar salah satu anggota MMD 71.

Baca Juga: RSUD Sumenep Tetap Konsisten Lakukan Konsultasi Mobile JKN, Bupati Achmad Fauzi Dukung Transformasi Mutu Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Penyuluhan disampaikan oleh Ningrum, anggota tim MMD 71 yang juga pernah menjabat sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang 2021. Dengan pengalaman dan pemahamannya yang mendalam, Ningrum membawakan materi secara lugas dan menyentuh. Ia menjelaskan secara rinci berbagai jenis zat berbahaya dalam kategori NAPZA, cara kerja zat adiktif di dalam tubuh, hingga proses timbulnya kecanduan yang merusak fisik dan mental.

Pemaparan Ningrum makin menggugah kesadaran siswa saat ia menayangkan video tentang kondisi pecandu narkoba saat mengalami gejala sakau. Tayangan tersebut membuat suasana kelas sejenak hening dan penuh keprihatinan.

“Saya baru tahu ternyata sakau bisa separah itu. Tadi saya lihat videonya, jadi takut dan nggak mau coba-coba lagi. Dulu saya kira narkoba cuma bikin ngantuk atau pusing,” ungkap salah satu siswa dengan nada terkejut.

Baca Juga: Vonis 3 Tahun 9 Bulan Dijatuhkan Pada Andy Tan yang Sudah 53 Tahun Mengelola Toko Mas Sabar

Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan ini. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Pronojiwo menyampaikan apresiasinya dan berharap penyuluhan semacam ini bisa menjadi titik balik bagi pola pikir para siswa.

“Selama ini banyak yang menganggap narkoba sebagai hal sepele. Padahal bahayanya nyata. Kami berharap setelah ini siswa bisa lebih sadar dan menjauhi hal-hal yang merusak masa depan mereka,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Ningrum menyampaikan pesan mendalam kepada para pelajar yang hadir.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Adakan Ngopi Bareng di Stasiun Cirebon

“Kalian adalah harapan bangsa. Jangan korbankan masa depan hanya karena rasa penasaran. Kenali dirimu, cari lingkungan yang sehat, dan isi waktu dengan hal-hal positif. Itu kunci untuk masa depan yang cerah,” pesannya.

Tak hanya berhenti pada edukasi, Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang Tahun 2021 ini juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan.

“Jangan hanya berhenti pada diri sendiri. Sebarkan pengetahuan ini kepada teman-teman kalian. Jadilah pelindung bagi satu sama lain,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini