Fikri dan pacarnya percaya dan membeli dua tiket untuk kategori 2 seharga Rp2,6 juta - jauh di bawah harga resmi.
Tak ada kecurigaan kendati harga yang ditawarkan lebih murah. Ia mengira itu adalah harga 'early bird' seperti yang biasa terjadi di konser-konser lain.
"Saya deal dan langsung transfer Rp5,2 juta. Si A ini bilang penukaran tiket fisik H-1 sebelum konser."
Baca Juga: Penandatanganan MoU LPEI dan Bank Jatim Sinergi Untuk Dorong Ekspor Jawa Timur
Tapi meski Fikri dan pacarnya sudah menyetor uang ke A. Pada 17 Mei 2023, dia tetap ikutan berburu tiket yang dijual secara online.
Ia mengincar tiket ultimate atau festival yang harganya lebih mahal.
Sayangnya, perburuan singkat itu gagal.
Tepat pada H-2 konser Coldplay, muncul unggahan viral di X dengan akun @to****mo yang menulis bahwa terjadi penipuan tiket Coldplay sebesar Rp15 miliar oleh seseorang diduga bernama Ghisca.
Baca Juga: Yayasan Cinta Anak Bangsa Bangun Partisipasi Pemuda Lewat Platform Digital
Dari situ Fikri dan pacarnya langsung bertanya kepada si A apakah tiket mereka berasal dari orang yang sama di X.
"A jawab enggak, beda orang... katanya, 'aman, tenang beda kok jalurnya'," ucap Fikri menirukan ucapan A di grup WhsatApp yang berisi sekitar 100 orang.
Tiba di hari gelaran konser itulah Fikri dan yang lain diminta berkumpul di area sekitar GBK sembari menunggu tiket berupa surat kuasa diberikan.
Baca Juga: Erick Thohir Berikan Apresiasi Pada Timnas Indonesia U17
Kira-kira pukul 13.00 WIB, A baru mengaku kalau dia menjadi korban Ghisca yang sempat viral di media sosial X.
Namun meski begitu, sambungnya, A berkata bakal bertanggung jawab dan mengaku memiliki tiket cadangan.
"Kami tanya, bisa masuk enggak? Dijawab iya pasti masuk dan nanti diantar [ke gate]."
Hampir tujuh jam berlalu, A tak juga muncul hingga tepat satu jam setengah jelang konser, kabar buruk datang: Tiket mereka tidak ada!