FAJARNUSA.COM – Jenis modus penipuan menjangkau masyarakat di Tanah Air. Terbaru, adanya modus penipuan paket online dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD) yang telah memakan korban.
Contoh yang diunggah oleh akun Instagram @mimi.peri.mandja, Senin (14/8) dengan judul “Hati-Hati Modus Baru, Tidak Pernah Pesan Paket Online Tapi Datang Sampai 4X”.
Baca Juga: UMKM Award 2023, Bupati Imron: UMKM Mampu Bertahan dari Gempuran Covid-19
Sedangkan dalam video tersebut terjadi percakapan antara seorang kurir paket dengan calon penerima barang. Alih-alih mengirimkan paket, pihak kurir justru memberi tahu jika paket yang dibawa mencurigakan. Ini terlihat dari nomor resi yang tertera pada paket barang.
“Ini mas Bagus Satria ya, mas sebelumnya saya numpang nanya dulu nih. Ini kan ada paket untuk sampean tapi ini resi-resi rawan. Kalau boleh tahu sampeyan ada transaksi atau tidak. Ini ada paketan diperlihatkan Rp150 ribu yang kemungkinan isinya sandal. Jadi masnya sama sekali gak ada transaksi ya,” tanya sang kurir meyakinkan.
Baca Juga: Begini Penampakannya Densus 88 Sita 16 Senpi dari Karyawan KAI Terduga Tersangka Terorisme
Dan Percakapan keduanya pun terus berlanjut, antara si kurir dengan penerima paket tersebut. syaratnya, paket jenis tersebut tidak sekali diterimanya, melainkan sudah 4 kali datang dan satu kali di bayar.
Namun, korban tertipu pada saat paket datang sementara sang penerima paket tidak ada di rumah. Paket COD itu lantas diterima istri korban dan langsung dibayar sejumlah uang sesuai tagihan.
Baca Juga: MS Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Stadion Bima Tertangkap Polisi
Seperti nasib korban yang dialami korban, si kurir lantas menjelaskan bahwa modus penipuan paket online COD dapat terjadi apabila resi yang tertera dalan paket diawali dengan angka-angka alias tidak ada kombinasi huruf. Seperti halnya yang membawa dirinya dengan nomor resi 1184867569 alias hanya ada deretan angka semata.
Diterangkan modus penipuan paket online COD memang sengaja dilakukan oknum seller yang menyimpan menipu karena tidak memiliki pembeli. Penjual tersebut mengirimkan paket COD ke banyak alamat secara acak dan berharap dibayar oleh keluarga penerima paket.
“Kalau dibayar pasti untung, tapi kalau tidak diterima hanya rugi di kirim saja,” jelasnya.
Dia pun membeberkan, bahwa masyarakat harus waspada dengan modus penggunaan paket online COD.
Artikel Terkait
Statistik tentang Demensia, di Indonesia Diperkirakan Ada 1.2 Juta Orang
Tanpa Ronaldo, Al Nassr Ditekuk Tim Asuhan Steven Gerrard
KPK Menahan DY, Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai di Pelabuhan Bintan Tanjung Pinang
Melalui UKW, Kapolres Sumenep Ajak Insan Pers Tingkatkan Kompetensi
Dua Pria Membawa Senjata Tajam Diamankan Polisi, Di Duga Hendak Tawuran Konten