FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Komisi II DPRD Kota Cirebon mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan sektor keuangan daerah. Melalui rapat kerja bersama Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon pada Rabu (4/2/2026), DPRD menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memetakan kondisi terkini BUMD serta merumuskan langkah strategis ke depan. Menurutnya, keterbukaan informasi dan kepastian regulasi adalah kunci utama.
“Kami ingin mendapatkan gambaran yang utuh terkait kondisi saat ini. Tujuannya agar kebijakan yang diambil nantinya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujar pria yang akrab disapa Andru tersebut.
Baca Juga: Kemendagri Batalkan Bimtek PPP di Bali, Pengaruh Sekjen Disebut Kalahkan Mardiono?
Sinergi Lawan Pinjol dan Investasi Ilegal
Selain fokus pada tata kelola BUMD, rapat ini juga menyoroti perlindungan masyarakat dari ancaman sektor keuangan informal yang merugikan. Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengapresiasi inisiatif DPRD dalam mendorong kolaborasi lintas lembaga.
Agus menegaskan bahwa OJK siap memberikan pendampingan, edukasi, serta literasi keuangan untuk membentengi warga Cirebon dari bahaya:
Baca Juga: DJP Geledah 3 Perusahaan di Banten, Diduga Tilep PPN Rp583 Miliar Pakai Rekening Pribadi
- Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal.
- Investasi Bodong.
- Praktik Judi Online.
“OJK sangat terbuka untuk bersinergi, baik melalui sosialisasi maupun pendampingan, agar masyarakat memiliki pemahaman kuat terkait sektor keuangan,” tegas Agus.
Mendorong Kepastian Kebijakan
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Tertinggi Sejak 2022: Mengapa IHSG Belum 'Pesta'?
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E., menggarisbawahi pentingnya kepastian arah kebijakan agar tidak menjadi beban berkepanjangan bagi daerah. Ia berharap hasil dari pertemuan ini segera ditindaklanjuti dengan langkah yang efektif dan bertanggung jawab.
Rapat kerja ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota Komisi II lainnya, di antaranya Ana Susanti, H. Karso, Muhamad Noupel, Erry Yudistira Ramadhan, Anton Octavianto, Een Rusmiyati, dan Dian Novitasari.
(**)
Artikel Terkait
KLH dan ADKASI Perkuat Sinergi: Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Agenda Strategis DPRD
Atasi Banjir Cirebon, Komisi I DPRD Desak Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Atas Sungai
DPRD Kota Cirebon Dorong Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Kang Ayip Muh: Simbol Akulturasi Caruban
Satu Suara, DPRD se-Tana Luwu Bersatu Percepat Pembentukan Provinsi Luwu Raya
Skandal 'Uang Pelicin' APBD Cirebon 2026: Rp55 Miliar Diduga Mengalir ke 'Ratu Tuyul' dan Oknum DPRD