FAJARNUSA.COM (PALOPO) – Langkah konkret menuju pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali diperkuat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo menggelar rapat koordinasi strategis bersama pimpinan dan anggota legislatif dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur guna menyatukan visi dalam memperjuangkan pemekaran wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Palopo ini memfokuskan agenda pada penguatan komitmen lintas daerah. Keempat parlemen di Tana Luwu tersebut sepakat bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) merupakan harga mati demi mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Poin Strategis Menuju Provinsi Baru
Baca Juga: Skandal Korupsi PDAM Manado: Audit BPK Temukan Kerugian Miliaran
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin krusial dibahas secara mendalam, antara lain:
- Kesiapan Administrasi: Melengkapi dokumen pendukung sesuai regulasi terbaru.
- Dukungan Politik: Menggalang kekuatan di tingkat provinsi hingga nasional.
- Lobi Pusat: Rencana koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Pusat dan Komisi II DPR RI.
Ketua DPRD Kota Palopo menegaskan bahwa seluruh legislator se-Tana Luwu kini bergerak dalam satu frekuensi. "Kami sepakat bergerak satu suara. Pemekaran ini bukan sekadar gengsi wilayah, tapi kebutuhan mendesak untuk masyarakat," tegasnya.
Wacana Bergabungnya Tana Toraja
Menariknya, forum juga menyentuh skema pelibatan Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Langkah ini dipertimbangkan untuk memenuhi persyaratan administratif jumlah minimal daerah bawahan sebuah provinsi.
Meski demikian, pihak DPRD menyatakan tetap memprioritaskan proses pemekaran yang sudah berjalan. Terkait keputusan teknis bergabungnya wilayah Toraja, legislatif menyerahkan sepenuhnya kepada tim pemekaran.
Baca Juga: Tiket Mudik Lebaran 2026 Daop 3 Cirebon Masih Tersedia, Segera Pesan Sebelum Kehabisan
"Kita dorong dulu prosesnya. DPRD memberikan rekomendasi dan dukungan politik secara kelembagaan, sementara langkah teknis ada di tangan tim pembentukan provinsi," tambah Ketua DPRD Palopo.
Optimisme Menembus Moratorium
Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, sinergi antarlegislatif ini menjadi modal kuat. Konsolidasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pertemuan sebelumnya yang melibatkan kepala daerah dan tokoh masyarakat se-Tana Luwu.
Dengan struktur yang semakin solid, para wakil rakyat ini optimistis bahwa aspirasi masyarakat Tana Luwu untuk memiliki provinsi sendiri akan segera mendapat lampu hijau di tingkat nasional.
Artikel Terkait
Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD Mencuat Lagi, Hasto Kristiyanto Ungkap PDIP Bakal Lakukan Kajian
Pilkada Lewat DPRD Memanas, Ray Rangkuti Sebut 'Langkah Mundur' ke Era Orde Baru: Jangan Nantang Rakyat!
Viral! Aksi Makan Pizza Gubernur Sulsel di Tengah Polemik Pemekaran Luwu Raya Tuai Pro-Kontra
Wacana 'Lockdown' Perusahaan Raksasa di Luwu Raya Mencuat, Pro-Kontra Pemekaran Provinsi Memanas
DPRD Kota Cirebon Dorong Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Kang Ayip Muh: Simbol Akulturasi Caruban