FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran humas pemerintah dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026). Ia menegaskan bahwa di era digital yang serba cepat, kecepatan dan ketepatan informasi adalah harga mati.
Kecepatan vs Ketepatan: Bukan Lagi Pilihan
Menurut Meutya, pemerintah saat ini sudah tidak memiliki "kemewahan" untuk memilih antara memberikan informasi yang cepat atau informasi yang tepat. Keduanya harus berjalan beriringan guna menutup celah bagi disinformasi.
Baca Juga: Tanpa APBD, Seniman Cirebon Gebrak Ruang Kreasi Lewat Pameran Lukisan '17 Pitulas'
“Kalau kita tidak cepat, ruang itu akan diisi oleh disinformasi, dan pada akhirnya informasi yang sampai ke masyarakat justru menjadi tidak tepat,” tegas Meutya di hadapan para Kepala Biro Humas K/L, BUMN, dan BUMD.
Indikator Keberhasilan Humas Masa Kini
Meutya menggarisbawahi perubahan paradigma dalam menilai kinerja humas. Baginya, keberhasilan tidak lagi diukur dari estetika pesan atau kerapihan laporan, melainkan dari efektivitas pesan tersebut sampai ke telinga publik.
Baca Juga: Syam T Ase Desak DPP PPP Cabut SK Pengurus Gorontalo: Dinilai Cacat Prosedur dan Tak Sah
- Bukan sekadar menulis: Fokus pada apa yang dipahami masyarakat.
- Melawan Arus: Memastikan informasi akurat tidak tenggelam oleh hoaks.
- Fungsi Strategis: Humas adalah bagian integral dari kepemimpinan negara, bukan sekadar pendukung.
Lawan Disinformasi dengan Kolaborasi Jejaring
Menghadapi disinformasi yang bekerja secara kolektif, Meutya mengajak seluruh instansi untuk membuang jauh-jauh ego sektoral. Ia menekankan pentingnya konsolidasi data sebagai fondasi utama agar humas bisa bergerak sigap.
Baca Juga: Sinergi Pemkot Cirebon Kemenperin: Dorong IKM Naik Kelas dan Go Digital
“Kalau disinformasi bekerja secara kolektif, maka humas pemerintah juga harus berjejaring. Kolaborasi jauh lebih relevan dibandingkan kompetisi,” tambahnya.
Sebagai penutup, Menkomdigi mengajak seluruh insan humas untuk menjaga Satu Narasi demi membangun negeri, meski disampaikan dengan gaya yang beragam sesuai karakter lembaga masing-masing.
(**)
Artikel Terkait
Sudah Saatnya Pemerintah Rangkul Media yang Dipercaya Rakyat, Bukan Influencer
Bincang Hangat Pelaku Industri Media di Mediapreneur Talks Tasikmalaya, CEO Promedia Bangun Jiwa Optimis bagi Insan Jurnalis
Media Sustainability Forum 2025 Soroti Upaya Kolaborasi demi Bangun Ketahanan Media yang Berkelanjutan
Wali Kota Cirebon Ajak Media Siber Lawan Hoaks: Kecepatan Tanpa Akurasi Itu Rawan
Bupati Imron Ajak SMSI Kabupaten Cirebon 2026-2029 Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah