Media Sustainability Forum 2025 Soroti Upaya Kolaborasi demi Bangun Ketahanan Media yang Berkelanjutan

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 5 Desember 2025 | 09:21 WIB
Media Sustainability Forum (MSF) 2025 diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025.  (YouTube.com / Komite Jurnalisme Berkualitas)
Media Sustainability Forum (MSF) 2025 diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025. (YouTube.com / Komite Jurnalisme Berkualitas)

FAJARNUSA.COM -  Kegiatan Media Sustainability Forum (MSF) 2025 diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada 3-4 Desember 2025.

Acara MSF 2025 ini mempertemukan para pimpinan perusahaan media, organisasi jurnalis, akademisi, regulator, serta platform digital untuk membahas masa depan ketahanan media di tengah percepatan teknologi dan lanskap digital yang semakin kompleks.

Forum tersebut mengangkat tema “Memperkuat Daya Hidup Media dalam Ekosistem Digital: Berdaya, Bertumbuh, dan Berkelanjutan”.

Baca Juga: Jaga Marwah Laporkan Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban ke KPK

Dalam kegiatan pada Rabu, 3 Desember 2025, MSF 2025 menghadirkan sesi pembahasan seputar optimasi konten di ruang digital, mulai dari Google, Meta, hingga TikTok.

Kemudian pada acara yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025, seminar nasional ini juga membahas kolaborasi dan inisiatif kebijakan bagi keberlanjutan media bersama Dewan Pers, Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital (KTP2JB), KOMDIGI, hingga BAPPENAS.

MSF 2025 juga menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya agenda bersama antara industri media dan para pemangku kepentingan strategis.

Baca Juga: Wafat di Usia 61 Tahun, Epy Kusnandar Tinggalkan Jejak Kenangan saat Berjualan Bersama Istri Tercinta

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat yang hadir dalam kesempatan itu, menegaskan keberlanjutan media bukan sekadar isu bisnis, tetapi menyangkut keseluruhan ekosistem demokrasi.

“Media saat ini berada pada persimpangan penting. Teknologi menghadirkan peluang besar, tetapi juga ancaman serius," kata Komaruddin. 

"Media harus adaptif, namun pada saat yang sama tidak boleh kehilangan integritas, akurasi, dan etika yang menjadi ruh jurnalisme,” sambungnya.

Baca Juga: Soal Rentetan Bencana di Sumatera, Mahfud MD Singgung Dugaan Penyalahgunaan Izin Tambang

Tuntutan Transformasi Digital

Komaruddin menuturkan, transformasi digital, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI), menuntut media untuk mengembangkan model baru dalam produksi konten.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X