Media Sustainability Forum 2025 Soroti Upaya Kolaborasi demi Bangun Ketahanan Media yang Berkelanjutan

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 5 Desember 2025 | 09:21 WIB
Media Sustainability Forum (MSF) 2025 diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025.  (YouTube.com / Komite Jurnalisme Berkualitas)
Media Sustainability Forum (MSF) 2025 diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025. (YouTube.com / Komite Jurnalisme Berkualitas)

Di sisi lain, Ketua Dewan Pers itu mengingatkan ihwal pengelolaan redaksi, dan strategi keberlanjutan usaha.

“AI bisa menjadi alat bantu, tetapi manusia tetap menjadi pengendali nilai. Tugas media adalah memastikan bahwa teknologi memperkuat jurnalisme, bukan menggantikannya,” tegas Komaruddin.

MSF 2025 juga menghadirkan berbagai sesi diskusi tematik mengenai tantangan keberlanjutan media, mulai dari transformasi digital, tata kelola data, keamanan informasi, hingga inovasi model bisnis.

Baca Juga: Pilu Gubernur Mualem Lihat Bencana Aceh dari Udara: Mata Menangkap Luka di Tanah Rencong

Kolaborasi untuk Ketahanan Media 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia MSF 2025 sekaligus anggota KTP2JB Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas, Frans Surdiasis menyampaikan forum tersebut penting sebagai wadah dialog lintas sektor.

“Ketahanan media tidak bisa diupayakan oleh industri media sendirian. Kita perlu kerja sama erat dengan regulator, platform digital, universitas, dan sektor swasta," ujar Frans. 

Baca Juga: Kargo Technologies Resmikan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035

"MSF 2025 mencoba menghadirkan ruang strategis itu,” sambungnya.

Frans menyebut, tantangan utama media saat ini meliputi kompetisi dengan platform digital, perubahan pola konsumsi informasi, melejitnya produksi konten non-profesional, serta tekanan finansial yang dihadapi media.

Masa Depan Jurnalisme

Baca Juga: Aliansi Pedagang Gedebage Minta Menkeu Purbaya Beri Solusi Nyata usai Larangan Barang Thrifting Masuk ke RI

Salah satu sesi yang menjadi perhatian adalah diskusi mengenai pemanfaatan AI dalam manajemen redaksi dan produksi konten. 

Para pembicara menekankan, AI seharusnya diperlakukan sebagai alat peningkat kapasitas jurnalis, bukan sebagai ancaman.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X