FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghidupkan ekosistem seni. Melalui kolaborasi apik bersama Paguyuban Pelukis Cirebon, Ruang Kreasi di Kecamatan Weru resmi diaktifkan kembali lewat ajang Pameran Lukisan "17 Pitulas".
Pameran yang berlangsung mulai 4 hingga 8 Februari 2026 ini menjadi sorotan karena murni digerakkan secara mandiri dan gotong royong oleh para seniman tanpa menyentuh anggaran APBD maupun APBN.
Plt. Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengapresiasi tinggi inisiatif para pelukis yang tetap bersemangat berkarya meski tanpa sokongan dana pemerintah.
Baca Juga: Bupati Imron Ajak SMSI Kabupaten Cirebon 2026-2029 Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
"Kegiatan ini sifatnya kolaboratif. Tidak ada anggaran dari kami, tetapi Paguyuban Pelukis Cirebon berinisiatif melaksanakan secara mandiri. Ini menjadi spirit bahwa kegiatan seni tidak selalu harus berbasis anggaran, tapi soal kemauan dan kerja sama," ujar Amin saat pembukaan pameran di Gedung Ruang Kreasi, Jalan Otto Iskandardinata, Rabu (4/2).
Wadah Bagi Seniman yang 'Mati Suri'
Selama ini, banyak pelukis berbakat asal Cirebon justru lebih sering unjuk gigi di luar kota seperti Jakarta, Solo, hingga Surabaya. Minimnya wadah di daerah sendiri membuat geliat seni rupa lokal sempat dirasa mengalami stagnasi.
Baca Juga: Syam T Ase Desak DPP PPP Cabut SK Pengurus Gorontalo: Dinilai Cacat Prosedur dan Tak Sah
Ketua Panitia, Guntur Alibasa, mengungkapkan bahwa pameran ini menampilkan sekitar 40 hingga 45 karya dari 20 seniman lokal. Misinya jelas: membangkitkan kembali gairah seni rupa Cirebon yang sempat "mati suri".
"Kami ingin masyarakat semakin dekat dan terbiasa dengan seni rupa. Meski Cirebon belum memiliki institusi pendidikan seni formal, potensi seniman kita mampu bersaing dengan kota-kota besar," tegas Guntur.
Aktivasi Ruang Publik dan UMKM
Baca Juga: Wali Kota Cirebon Ajak Media Siber Lawan Hoaks: Kecepatan Tanpa Akurasi Itu Rawan
Tak hanya sekadar pameran lukisan, acara ini juga menjadi bagian dari aktivasi Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon sebagai pusat interaksi ekonomi kreatif. Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung juga dapat menikmati:
- Demonstrasi memasak (cooking demo).
- Bazar produk UMKM lokal.
- Aktivitas komunitas seni dan budaya.
Melalui langkah awal ini, Disbudpar berharap Ruang Kreasi dapat menjadi titik temu rutin bagi para pelaku kreatif untuk menyamakan persepsi menuju event seni bertaraf nasional bahkan internasional di masa depan.
(**)
Artikel Terkait
Melukis Sejarah Cirebon: Simbolisme dan Makna di Balik Lukisan-lukisan Dinding Keraton
Terjual Rp510 juta Potret Lukisan SBY Yang di Beli Anak Buahnya Sendiri
Brother Kentongan, Lewat Seniman Angklung Menjaga Seni dan Budaya Cirebon
ASTRA Infra Sustainability Fest 2024 Tampilkan Karya Seni dari Seniman Komunitas Difable dan Neurodiverse
Yayasan Seniman 'Langgar Art' Surati Bupati Ipuk Fiestiandani, Minta Penjelasan Penutupan Paksa Minimarket di Banyuwangi