FAJARNUSA.COM – Pemandangan langit Kota Cirebon yang selama ini terhalang oleh karut-marut bentangan kabel akan segera berubah total. Pemerintah Kota Cirebon secara resmi memulai langkah besar untuk membenahi estetika kota dengan memindahkan seluruh utilitas kabel ke sistem bawah tanah (ducting).
Langkah serius ini diawali dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, di sepanjang Jalan Kartini pada Senin (19/1/2026). Area jantung kota ini menjadi titik prioritas karena kondisi kabel yang sudah sangat mengkhawatirkan secara visual.
Temuan di Lapangan: Satu Tiang Dijejali 20 Kabel
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal Senilai Rp12,5 Miliar di Selat Bangka
Dalam pantauannya, Wali Kota menemukan fakta bahwa satu tiang penyangga bisa menampung 15 hingga 20 kabel dari berbagai provider berbeda. Hal ini menciptakan kesan kumuh yang merusak wajah kota.
"Secara estetika, kondisi sekarang kurang nyaman dipandang. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting," ujar Effendi Edo di sela-sela peninjauan.
Target 15 Kilometer dan 17 Ruas Jalan Protokol
Proyek ambisius ini tidak hanya menyasar Jalan Kartini. Pemkot Cirebon telah memetakan setidaknya 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer. Beberapa jalur utama yang masuk daftar antara lain:
- Jalan Kartini
- Jalan Siliwangi
- Jalan Tuparev
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan inventarisir mendalam untuk pembuatan gorong-gorong khusus utilitas.
"Penempatannya nanti menyesuaikan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar. Harapan kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi tahun ini," jelas Rachman.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pemkot Cirebon juga memastikan akan berkoordinasi dengan PLN, PGN, PDAM, hingga Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) agar seluruh jalur utilitas terintegrasi dalam satu jalur yang rapi.
Baca Juga: Perdana di Gorontalo, Koperasi GASS Bedah KUHP Baru: Ancaman Kriminalisasi Pers Jadi Sorotan Utama
Menyadari proyek ini akan berdampak pada arus lalu lintas, Wali Kota menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa gangguan sementara ini adalah investasi jangka panjang demi Kota Cirebon yang lebih cantik dan nyaman.
"Ini semua kami lakukan semata-mata untuk penataan agar Kota Cirebon jauh lebih rapi. Saya harap masyarakat mendukung penuh upaya ini," pungkasnya.
**
Artikel Terkait
Melesat Signifikan! IPM Kabupaten Cirebon 2025 Tembus 73,27, Masuk Kategori Tinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Heboh! Pedagang Es Kelapa di Gowa Boyong Rombongan 5 Mobil ke Kemenag, Daftar Haji untuk 24 Anak Cucu Sekaligus
KLH dan ADKASI Perkuat Sinergi: Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Agenda Strategis DPRD
Jalur KA Terendam Banjir, KAI Daop 3 Cirebon Batalkan 25 Perjalanan dan Sediakan Bus Overstappen