FAJARNUSA.COM (Cirebon) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengeluarkan imbauan keras dan ancaman penindakan tegas menyusul tingginya kasus pelemparan batu terhadap kereta api yang sedang melaju.
Aksi vandalisme yang sangat membahayakan nyawa penumpang dan petugas ini masih terus terjadi, bahkan tercatat 20 insiden sepanjang tahun 2025 di wilayah Daop 3 Cirebon.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyatakan keprihatinannya. Kasus terbaru yang menarik perhatian terjadi pada Selasa (6/1), di petak jalan antara Stasiun Cikaum dan Stasiun Pegadenbaru, menargetkan KA 166 Dharmawangsa Express relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi.
“Hingga saat ini masih saja terjadi tindakan pelemparan batu ke kereta api yang sedang berjalan. Dampaknya sangat fatal, dapat mengakibatkan sarana kereta api rusak seperti kaca jendela retak bahkan hingga pecah,” ujar Muhibbuddin.
Ancaman Cedera Permanen dan Jerat Hukum
Dampak dari pelemparan ini bukan hanya kerugian material, tetapi juga ancaman nyata terhadap keselamatan manusia.
Pecahan kaca yang berhamburan berpotensi melukai dan menyebabkan cedera ringan hingga cedera permanen bagi penumpang dan petugas yang sedang bertugas.
KAI Daop 3 Cirebon menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk vandalisme yang tidak dapat ditoleransi.
“KAI sangat mengecam tindakan vandalisme berupa pelemparan batu terhadap kereta api karena selain dapat membahayakan penumpang maupun petugas, juga dapat menggangu perjalanan kereta api. Kami akan melakukan langkah tegas bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pelemparan terhadap kereta api,” tegas Muhibbuddin.
Baca Juga: Panen Kesedihan: Ratusan Petani Tebu 'Kepung' PG Rajawali II Cirebon, Tagih Janji Bayar Miliaran yang Belum Cair
Pelaku pelemparan ini dapat dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 180 UU tersebut secara jelas melarang setiap orang merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.
Upaya Edukasi dan Harapan KAI
Dalam upayanya menekan angka pelemparan, KAI Daop 3 Cirebon telah aktif melakukan berbagai langkah preventif:
• Edukasi dan Sosialisasi keselamatan perjalanan KA langsung ke masyarakat dan sekolah-sekolah di dekat jalur rel.
• Pemberian Bantuan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) berupa peralatan olahraga untuk memberikan aktivitas positif bagi masyarakat, terutama remaja, agar menjauhi area rel KA.
Artikel Terkait
Lonjakan Keberangkatan Penumpang, KAI Masih Berlakukan Diskon 30 Persen Masa Libur Nataru 2025/2026
Selama 2025, KAI Catat Hampir 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api dari Wilayah Daop 3 Cirebon
Hari Terakhir Libur Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Alami Lonjakan Penumpang
KAI Daop 3 Cirebon Layani 276.816 Pelanggan Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Permintaan Tinggi! KAI Perpanjang Operasional Kereta Api Tambahan Nataru hingga Akhir Januari 2026