Pelatihan yang diterima anggota sangat lengkap, mulai dari pembibitan, pola penanaman dalam lubang, pemupukan, sampai pengendalian hama.
“Anak-anak yang ikut pelatihan jadi paham cara menanam pohon kopi yang benar,” katanya.
Program agroforestri ini melibatkan 130 kelompok, terdiri dari 20 kelompok boarding dan 110 kelompok non-boarding, dengan total peserta 2.080 orang di berbagai wilayah Jawa Barat.
Fokus utama pelatihan adalah tanaman kopi, diikuti 73 kelompok. Setiap kelompok menerima bantuan sekitar 1.000 pohon kopi, sehingga total pohon yang ditanam mencapai 73.000 pohon.
Selain kopi, peserta mengikuti pelatihan penyangraian biji kopi (34 kelompok), pengolahan biji pascapanen (7 kelompok), budidaya lebah madu (11 kelompok), serta pengolahan ikan dan hidangan laut (5 kelompok).
Pelatihan menitikberatkan teknik pembibitan, penanaman, dan perawatan agar pohon tumbuh optimal tanpa merusak hutan. Peserta diajarkan menanam dalam lubang, pemupukan, dan pengendalian hama.
Diversifikasi usaha juga menjadi fokus. Budidaya lebah madu memberi penghasilan tambahan sekaligus membantu penyerbukan tanaman, sedangkan pengolahan ikan dan hidangan laut membuka peluang usaha bagi warga di kawasan perairan.
Program ini efektif menciptakan keseimbangan antara konservasi hutan dan ekonomi masyarakat. Dengan penghasilan dari hasil hutan berkelanjutan, masyarakat terdorong menjaga kawasan hutan tetap lestari.
Keberhasilan KTH Cikancung menjadi contoh bagi kelompok lain. Menanam pohon dan mengelola hutan secara produktif memberi manfaat nyata sekaligus membuka peluang usaha baru.
Baca Juga: Momen di Hari Ibu, Polisi Izinkan Anak Peluk Ibunya yang Sedang Ditahan
Luki berharap program ini terus berlanjut. “Kami ingin program ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ada program lanjutan agar kami bisa menanam lebih banyak pohon dan mengajarkan generasi muda cara menjaga hutan dengan benar. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi kita,” katanya.
Dengan total 73.000 pohon kopi yang telah ditanam, agroforestri menjadi simbol nyata kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Puluhan ribu pohon yang kini menghijau membantu menjaga alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga perhutanan sosial.
Artikel Terkait
Pemkot Cirebon Tandatangani MoU SCLSC, Wujudkan Industrialisasi Pertanian untuk Kurangi Kemiskinan
Kembangkan Industrialisasi Pertanian, Bupati Indramayu dan BP TASKIN Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan
Peringati HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari dan Pemkab Cirebon Tanam 100 Pohon di Pasalakan
Viral Skandal Budidaya Ganja di Rumah Kontrakan Jombang: Polisi Sita 110 Pohon hingga 5,3 Kg Daun Basah