Dorong Agroforestri, BPVP Bandung Barat Tanam Puluhan Ribu Pohon Kopi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 23 Desember 2025 | 08:57 WIB
Kegiatan penanaman pohon kopi BPVP Bandung Barat kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikancung
Kegiatan penanaman pohon kopi BPVP Bandung Barat kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikancung

FAJARNUSA.COM - Seiring meningkatnya perhatian terhadap kelestarian lingkungan di Jawa Barat, masyarakat mulai mengambil langkah nyata melalui program agroforestri yang menggabungkan upaya konservasi alam dan peningkatan ekonomi.

Program agroforestri ini digulirkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat bekerja sama dengan
Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Program ini memungkinkan warga menanam ribuan pohon kopi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.

Baca Juga: Tambang di Gunung Tumpang Pitu Kembali Bergolak, Warga Tolak PT BSI di Petak 56

Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikancung, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu penerima manfaat.

Ketua KTH, Luki Iskandar, mengatakan pelatihan dan penanaman yang diterima anggota sangat bermanfaat.

“Alhamdulillah itu bagus dan bermanfaat sekali, Pak. Dari pembibitan, perhutanan, pola penanaman dalam lubang yang diberikan instruktur itu bagus sekali. Intinya bermanfaat untuk para petani,” ujarnya. (22/12).

Baca Juga: BSMSS di Kota Cirebon, Bukti Nyata Pengabdian TNI Kepada Masyarakat

Kegiatan penanaman pohon kopi dilakukan secara terstruktur.

“Kemarin kita menanam sekitar seribu pohon. Sebagian di sini, sebagian di atas, lokasi itu 28 hektare. Jadi bagi-bagi dulu lah, mudah-mudahan ke depannya ada lagi,” tambah Luki.

Ia menekankan, program ini memberi manfaat ganda.

Baca Juga: KAI Bagikan Kado Spesial di Momen Hari Ibu di Sejumlah Stasiun Wilayah Daop 3 Cirebon

“Kita melestarikan hutan, menjaga kawasan, dan para petani punya penghasilan. Kopi yang kita tanam bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Agroforestri ini benar-benar memberi manfaat ekonomi dan lingkungan sekaligus,” katanya.

Selain menanam kopi, anggota KTH juga belajar budidaya lebah madu dan pengolahan biji kopi pascapanen.

“Ini membantu mereka punya usaha tambahan, jadi tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” jelas Luki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X