Dari Diajak Beli Mainan hingga Dibekap Handuk: Nenek Ungkap Kronologi Baru Kematian Alvaro

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 25 November 2025 | 11:29 WIB
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025.  (TikTok/iqbalcahyadi12)
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025. (TikTok/iqbalcahyadi12)

Sayem membeberkan rangkaian peristiwa yang ia ketahui berdasarkan penjelasan pihak keluarga. Alvaro, kata dia, awalnya diajak oleh ayah tiri, Alex, untuk membeli mainan. 

Kendati demikian, dugaan penyidik menunjukkan bahwa anak itu justru dibekap menggunakan handuk hingga tak bernyawa.

"Pelaku mengajak Alvaro membeli mainan, namun ternyata korban dibekap dengan handuk," ujar Sayem.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan KUR Ekraf Rp.10 Triliun di 2026, Investasi dan Tenaga Kerja Melonjak Tajam

Setelahnya, tubuh Alvaro dibawa seorang ‘orang suruhan’ menuju Bogor untuk dibuang. Sang nenek menambahkan bahwa pelaku melibatkan pihak lain untuk mengamankan barang-barang seperti plastik dan tulang, serta menggunakan sarung tangan agar sidik jarinya tidak terdeteksi.

Yang membuat keluarga terpukul, kata Sayem, adalah fakta bahwa Alex sempat ikut membantu proses pencarian Alvaro dan seolah turut berupaya mencari keberadaan sang anak tiri.

Belakangan, polisi memastikan Alex telah meninggal dunia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.

Baca Juga: Mahfud MD Bicara Lemahnya DPR di Masa Orde Baru, Sebut Hanya Jadi Stempel bagi Penguasa

Reaksi Keluarga dan Dampak Temuan Baru

Keluarga disebut sangat terkejut ketika mengetahui bahwa adik pelaku sempat membantah bau mencurigakan di rumah dengan alasan bangkai anjing. 

Bagi Sayem, hal itu menimbulkan kemungkinan bahwa ada peran orang lain sebelum dan sesudah pembunuhan terjadi.

Baca Juga: Kasus Impor 250 Ton Beras di Sabang Diduga Ilegal, Mentan Amran Pastikan Tak Ada Izin dari Menteri Perdagangan

"Jadi tetangga pada ngomong katanya, kok bau apa, ya," ujar Sayem.

Nenek Alvaro itu pun menilai bahwa reaksi itu tidak wajar jika memang keluarga tidak tahu apa-apa.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X