Dokumen Nota Keuangan juga membeberkan sebagian besar investasi Taspen ditempatkan pada obligasi negara (66,7 persen), diikuti deposito (21,3 persen), dan instrumen lain seperti reksa dana serta saham (12 persen). Komposisi ini dinilai aman, tetapi belum cukup menekan risiko THT.
"Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait sedang mengkaji langkah-langkah perbaikan program THT untuk memastikan keberlanjutan dan mengurangi risiko fiskal masa depan," tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2026.
Langkah reformasi ini dinilai tidak hanya melindungi keuangan negara, tetapi juga memastikan hak-hak pensiunan ASN tetap terjamin tanpa terganggu lonjakan klaim di masa mendatang.***
Artikel Terkait
DPR Soroti Nasib Fresh Graduate Jadi ASN Terkait Usulan KORPRI Naikkan Batas Usia Pensiun, Bakal Tutup Peluang?
Menyoal Perpanjangan Usia Pensiun ASN, MPR Soroti Kemungkinan Rekrutmen Pegawai Bakal Berkurang
Curhat Yolla Yuliana usai Umumkan Pensiun dari Timnas Voli Indonesia, Ceritakan Semasa Mulai Main Sejak SMP
Penyerahan SK Pensiun kepada 22 ASN Kota Cirebon, Wali Kota : Pengabdian adalah Warisan Moral