Jejak Aksi Sasmito Hadinagoro: Demo BCA Gate dan BLBI Terekam dalam Foto Dokumentasi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:11 WIB
Foto dokumentasi aksi demonstrasi Sasmito Hadinagoro di depan Gedung BCA Tower  (Dok. Sasmito Hadinagoro)
Foto dokumentasi aksi demonstrasi Sasmito Hadinagoro di depan Gedung BCA Tower (Dok. Sasmito Hadinagoro)

FAJARNUSA.COM (YOGYAKARTA) – Jejak perjuangan Sasmito Hadinagoro kembali muncul melalui foto-foto dokumentasi aksi demonstrasi besar di depan Gedung BCA Tower dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Agustus 2018. Foto kolase tersebut dikirim langsung oleh Sasmito kepada redaksi melalui WhatsApp pada Sabtu (23/8/2025) pagi.

Dalam foto tersebut terlihat ribuan massa yang tergabung dalam gerakan HMS pada 3/8/2018 menggelar aksi dengan berbagai spanduk dan orasi. Mereka mendesak KPK agar segera memeriksa taipan Budi Hartono yang disebut sebagai penerima manfaat dari dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta kasus BCA Gate.

Melalui narasi yang dikirimkan bersamaan dengan foto, Sasmito menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap lupa dan pengingat bahwa praktik dugaan korupsi besar tidak boleh dibiarkan.

Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Angkanya Ditentukan Menkeu, Kami Hanya Menerima

“Mari kita melawan lupa! Renungkan, dokumentasi ini adalah bukti gerakan HMS saat melakukan aksi besar di BCA Tower. Kami menuntut KPK segera memeriksa taipan Budi Hartono sebagai penerima keuntungan dari obligasi rekapitalisasi BLBI senilai Rp60 triliun. Dengan hanya Rp5 triliun pada 2003, ia bisa menguasai 51 persen saham BCA. Lalu, setiap tahun sejak 2004, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan subsidi bunga obligasi rekapitalisasi sekitar Rp7 triliun yang bersumber dari pajak rakyat,” tegas Sasmito dalam pesannya.

Ia menambahkan, dengan perhitungan sederhana saja, keuntungan yang didapatkan sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun. Belum lagi, menurutnya, dividen jumbo ratusan triliun yang dinikmati pemegang saham mayoritas tersebut hingga kini.

Sasmito juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap kasus besar ini. Ia membandingkan dengan kasus Gayus Tambunan yang hanya melibatkan ratusan juta rupiah tetapi bisa dijatuhi hukuman berat, sementara dugaan kasus besar seperti BLBI Gate dan BCA Gate justru tak tersentuh.

Baca Juga: Cukai Minuman Berpemanis Siap Berlaku pada 2026, DPR Pastikan Tarif Dikonsultasikan

“Jika koruptor pajak seperti Gayus bisa diseret ke pengadilan, mengapa Budi Hartono dan para pejabat terkait masih bebas? Ini adalah tantangan bagi Presiden Prabowo untuk membuktikan komitmennya menegakkan hukum, melanjutkan semangat reformasi, dan tidak kalah dengan presiden SBY sesama alumni AMN,” tulis Sasmito.

Bagi Sasmito, kasus ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan hukum dan keadilan bagi rakyat Indonesia. Ia menekankan, 80 tahun lebih Indonesia merdeka, tetapi mafia keuangan negara masih “gentayangan” tanpa tersentuh hukum secara serius.

“Salam perjuangan,” pungkas Sasmito dalam pesan yang ditandatanganinya sebagai
Senior Citizen DIY pada 22 Agustus 2025.

**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X