Misteri Bailout BCA Kembali Menguak, Rencana Ambil Alih 51 Persen Saham oleh Negara, Apakah Itu Sesat ?

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:07 WIB
Sosok Bank BCA yang dulu pernah diselamatankan oleh uang rakyat (bca.co.id)
Sosok Bank BCA yang dulu pernah diselamatankan oleh uang rakyat (bca.co.id)

FAJARNUSA.COM - Perdebatan mengenai bailout Bank Central Asia (BCA) kembali mencuat setelah sebagian media perbankan menyebut wacana peninjauan ulang dan pengambilalihan 51 persen saham bank tersebut sebagai ide “sesat”. 

Pengamat sekaligus ekonom senior, HM Sasmito Hadinagoro mengungkap, BCA menjadi bank swasta paling menguntungkan dengan laba bersih lebih dari Rp50 triliun per tahun. 

Sementara itu, publik masih mengingat bahwa bank tersebut dulu diselamatkan lewat uang rakyat.

Baca Juga: Film Animasi Indonesia Merah Putih One for All Hanya Sabet Rating 1,0 di IMDb, Penonton Duga Plot Cerita dari AI hingga Tak Gugah Emosi

"Para pemegang saham pengendali menikmati dividen jumbo tiap tahun, sedangkan beban obligasi rekap masih tercatat dalam ingatan sebagai utang rakyat," tulis Sasmito.

Kini, hal itu justru menimbulkan pernyataan besar karena publik menyoroti selama ini tidak mendapat ruang untuk memahami salah satu episode paling mahal dalam sejarah ekonomi Indonesia?

Sasmito pun turut menguraikan hal tersebut mulai dari krisis moneter hingga saran arah kebijakan Pemerintah RI. Simak ulasannya:

Baca Juga: 5 Rekomendasi Minuman yang Dikonsumsi di Pagi Hari Ini Bisa Bantu Bakar Lemak Perut Menurut Ahli Gizi

Krisis dan Triliunan Uang Rakyat

Krisis moneter 1997-1998 mengguncang sistem perbankan Indonesia. Banyak bank kolaps, hingga pemerintah mengambil langkah penyelamatan lewat program rekapitalisasi. 

Caranya, negara menerbitkan obligasi rekap bernilai ratusan triliun rupiah. Dana inilah yang membebani APBN melalui pembayaran bunga setiap tahun. Salah satu penerima terbesar skema ini adalah BCA.

Baca Juga: Viral Musisi Charly van Houten Bebaskan Cafe Putar Lagunya Tanpa Jeratan Biaya Royalti, Justru Diberi Hadiah

Kala itu, BCA nyaris tumbang. Namun berkat suntikan obligasi rekap, bank tersebut kembali sehat dan kini menjelma sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.

Saham Rp5 T yang Kini Bernilai Rp685 T

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X