FAJARNUSA.COM - Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan masih menjadi perhatian masyarakat.
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 8 Juli 2025, dengan kepala terlilit lakban.
Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa institusinya akan bergerak maksimal dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Pungutan Parkir Rp50 Ribu di Bandung Viral di Sosial Media, Ini Aturan Resminya
"Polri tentunya akan melakukan penyelidikan mendalam," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan, Jumat 11 Juli 2025.
Kapolri juga menyatakan bahwa penyidik telah diperintahkan untuk bekerja lebih ekstra dalam mengungkap kasus tersebut.
"Apabila sudah kita temukan bukti-bukti, saya minta untuk anggota bergerak maksimal agar segera bisa terungkap," ujar Kapolri.
"Karena memang ditunggu oleh publik dan masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, jenazah Arya ditemukan oleh penjaga indekos sekitar pukul 08.30 WIB setelah tidak terlihat selama beberapa hari.
Saat kamar dicek, tubuh Arya ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas kasur dengan kepala terbungkus lakban.
Baca Juga: Kejagung: Kerugian Negara Akibat Korupsi Minyak Mentah Pertamina Tembus Rp285 Triliun
Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk istri korban untuk mendalami berbagai kemungkinan di balik kejadian ini.
Artikel Terkait
Diplomat Muda Kemlu Tewas Mengenaskan di Kos Menteng dengan Kepala Terlilit Lakban
Polisi Selidiki Dugaan CCTV yang Berubah Arah dalam Kasus Kematian Diplomat Arya Daru