Lebih dari 74 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhub Pastikan Keamanan Penerbangan Usai Dua Kali Terima Ancaman Bom

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 24 Juni 2025 | 08:39 WIB
Foto ilustrasi pesawat Saudia Airlines - ancaman bom pada pesawat yang ditumpangi jemaah haji Indonesia.  (Unsplash/Haidan)
Foto ilustrasi pesawat Saudia Airlines - ancaman bom pada pesawat yang ditumpangi jemaah haji Indonesia. (Unsplash/Haidan)

FAJARNUSA.COM -- Operasional haji 2025 yang sudah memasuki hari ke-53 ini sudah sampai pada fase pemulangan jemaah ke Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Minggu, 22 Juni 2025 pukul 13.00 WIB, jemaah dan petugas haji haji yang telah tiba di Tanah Air berjumlah 74.447 orang tergabung dalam 192 kelompok terbang (kloter).

Tak hanya penerbangan ke Indonesia, di fase ini juga ada pergerakan jemaah haji dari Makkah ke Madinah untuk gelombang kedua kepulangan ke Tanah Air.

Baca Juga: BPBD DKI Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 29 Juni, Sejumlah Wilayah Termasuk Ancol Berisiko

Dalam proses pemulangan jemaah ke Indonesia, diwarnai dengan ancaman bom pada pesawat yang digunakan.

Ancaman pertama ditujukan kepada maskapai Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta mendapat ancaman bom melalui e-mail pada Selasa, 17 Juni 2025.

Pesawat tersebut membawa 442 orang jemaah haji harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Baca Juga: Peserta Retret Kepala Daerah Jalani Kegiatan dengan Penanda Medis Khusus: Pita Merah dan Kuning Warnai IPDN Jatinangor

Ancaman kedua untuk maskapai yang sama pada 21 Juni 2025 melalui telepon yang diterima Petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Area Control Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC, namun dengan rute berbeda yaitu rute Jeddah-Muscat (Oman)-Surabaya.

Pesawat Saudia Airlines SV 5688 membawa 376 penumpang jemaah haji Kelompok Terbang (kloter) 33 Debarkasi Surabaya (SUB 13).

Pada penerbangan ini, pilot memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan (divert) ke Bandar Udara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga: Tito Karnavian Singgung Kasus Lucky Hakim ke Jepang Tanpa Izin di Retret Gelombang II, Ingatkan Lagi Aturan Pergi Kepala Daerah

“Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Kualanamu pada pukul 09.27 WIB, maka dilakukan emergency treatment berupa pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat,” ujar Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa, dikutip dari laman Kemenag pada Senin, 23 Juni 2024.

“Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kabin pesawat dan cargo compartment (barang penumpang di bagasi),” imbuhnya.

Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan untuk pesawat oleh Tim Gegana POLRI, Tim Penjinak Bom dari Polda, TNI AD, TNI AU dan Petugas Keamanan bandar udara (Aviation Security) serta Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandar udara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X