Peserta Retret Kepala Daerah Jalani Kegiatan dengan Penanda Medis Khusus: Pita Merah dan Kuning Warnai IPDN Jatinangor

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:49 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN.  (Instagram/bimaaryasugiarto)
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN. (Instagram/bimaaryasugiarto)

FAJARNUSA.COM -- Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan Retret Gelombang II bagi 10 kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat. 

Di tengah agenda penguatan kepemimpinan itu, aspek kesehatan menjadi perhatian serius panitia penyelenggara. 

Para peserta yang memiliki riwayat medis tertentu bahkan diberi penanda khusus berupa pita merah dan kuning.

Baca Juga: Perkuat Karakter Agamis Sejak Dini, Bupati Imron Dukung Wajib Belajar Diniyah untuk Siswa SD

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa penanda tersebut digunakan untuk membedakan tingkat kewaspadaan medis masing-masing peserta. 

“Yang pakai pita merah itu ada lima orang. Yang pita kuning juga lima orang. Sisanya aman,” ujar Bima kepada awak media, dikutip Senin 23 Juni 2025.

"Sekitar sepuluh orang ada dalam pengawasan ketat, yang sangat ketat tentu yang pita merah," Bima menambahkan.

Baca Juga: Herman Khaeron Desak Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Perangkat Desa

Pita merah diberikan kepada kepala daerah dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan pengawasan sangat ketat, seperti pasca operasi besar atau memiliki gangguan jantung. 

Sementara itu, pita kuning menandakan kondisi yang masih dalam kategori perlu pemantauan ringan hingga sedang, seperti anemia atau cedera lutut.

“Beberapa kita lakukan pengawasan secara khusus. Ada yang HB-nya rendah, ada yang lututnya cedera, ada juga yang pernah operasi,” jelas Bima.

Baca Juga: Meriah! Car Free Day Pertama di Indramayu, Dalam Rangkaian HUT Bhayangkara Ke 79

Meskipun memiliki catatan medis, para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan retret, namun dengan penyesuaian dan pengawasan dari tim medis dan panitia.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X