Perkuat Karakter Agamis Sejak Dini, Bupati Imron Dukung Wajib Belajar Diniyah untuk Siswa SD

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 23 Juni 2025 | 08:53 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT), disaksikan langsung Bupati Cirebon, Kamis (19/06/2025) (Dokumentasi)
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT), disaksikan langsung Bupati Cirebon, Kamis (19/06/2025) (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) – Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.

Kali ini, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT), terkait program wajib belajar diniyah bagi siswa sekolah dasar (SD).

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, yang menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut sebagai upaya menyelaraskan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus KONI Kota Cirebon Periode 2025 - 2029, Handarujati Kalamullah : Target Terdekat Adalah Peringkat 10 Besar Porprov 2026

“Pada hari ini kami menyaksikan MoU antara artistik, kemudian agama, dan FKDT. Di dalam MoU itu, anak-anak SD sekarang diwajibkan untuk sekolah madrasah diniyah,” kata Imron.

“Ini sebagai bekal anak-anak kita, agar nanti Kabupaten Cirebon memiliki generasi yang pintar tapi juga agamis,” ujarnya usai penandatanganan MoU di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (19/6/2025).

Imron menegaskan, program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, tanpa mengesampingkan pendidikan formal.

Baca Juga: Kaesang Daftar Lagi Jadi Ketum PSI, Bicara Ambisi Masuk Senayan dan Sambut Tokoh Besar Bergabung

Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman.

“Jadi, anak-anak yang sekolah di SD itu sekarang diwajibkan untuk siangnya sekolah madrasah diniyah,” ucapnya menambahkan.

Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap mampu menciptakan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Baca Juga: Meriah! Car Free Day Pertama di Indramayu, Dalam Rangkaian HUT Bhayangkara Ke 79

Langkah ini sejalan dengan visi Bupati Imron dalam menciptakan Kabupaten Cirebon yang religius, berbudaya, dan berdaya saing, melalui integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X