Pasalnya, hal tersebut tidak berkaitan dengan kinerja dari yang bersangkutan.
“Ya kan kalau pun misalnya dalam tanda kutip dianggap melanggar, kan tidak kemudian otomatis langsung dilakukan reshuffle ya,” kata Prasetyo.
“Karena kadang-kadang juga begini, apa yang dianggap melanggar tadi, kalau itu berbentuk sebuah misalnya penyampaian ke publik yang kurang pas, itu kan tidak kemudian berkorelasi dengan kinerja, kan begitu,” terangnya.
Ia menambahkan bawah belum tentu penyampaian ke publik yang kurang pas juga mencerminkan kinerjanya yang tidak baik.
“Artinya nggak langsung melanggar kemudian dilakukan reshuffle, kan nggak begitu,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Bertemu Para Pimpinan Perusahaan AS di Istana, Puji Kinerja Kabinet Merah Putih
Punya Harta Rp1 Triliun dan Utang Rp136 Miliar, Raffi Ahmad Tercatat Jadi Jajaran Kabinet Merah Putih Paling Kaya
Mensesneg Bantah Retret Kepala Daerah Pakai Uang Pribadi Presiden Prabowo Seperti Saat Kabinet Merah Putih, Ini Alasannya
Istana Merespon Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih, Ungkap Fakta Prabowo Sering Lakukan Evaluasi Kinerja