FAJARNUSA.COM -- Selama beberapa waktu terakhir, mencuat isu reshuffle kabinet Merah Putih.
Isu ini muncul setelah pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa dalam pemerintahan, reformasi tahun 1998 harus diulangi, bukan hanya menjadi sebuah momen untuk diperingati.
Rocky kemudian menyatakan bahwa Presiden Prabowo seharusnya memiliki perubahan di dalam jajaran pemerintahannya.
Baca Juga: Viral Dugaan 9 Jemaah Calon Haji Indonesia Terlantar di Makkah, Begini Penjelasan Kemenag
Caranya adalah dengan melakukan reshuffle kabinet untuk memberikan ‘tenaga’ baru pada pemerintahan.
“Tugas presiden mengganti mereka yang tidak bicara tentang sosialis dan itu namanya perubahan paradigma baru,” kata Rocky Gerung saat hadir di acara peringatan reformasi 1998 di Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Mei 2025.
“Jadi sekali lagi ada kesempatan bagi kita untuk mengulangi energi reformasi, kita ingin bukan memperingati reformasi, tapi mengulangi reformasi,” terangnya.
Baca Juga: Kunjungi Pasar Tradisional Pasar Baru Indramayu, Wapres Gibran Serukan Penguatan Ekonomi Rakyat
Mengenai munculnya isu reshuffle ini, istana pun bersuara dengan menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan ke arah pergantian pejabat.
“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada pembahasan mengenai reshuffle, belum ada," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Mei 2025.
Prasetyo kemudian membeberkan bahwa Presiden Prabowo sering melakukan evaluasi kinerja dan memberikan catatan-catatan.
Baca Juga: Wabup Jigus Kunjungi Kecamatan Greged, Dorong Sinergi Program Desa dan Daerah
“Secara rutin beliau (Prabowo) melakukan monitoring, mengevaluasi kinerja seluruh pembantu-pembantu beliau di Kabinet Merah Putih, tentunya ada beberapa yang kemudian beliau memberikan catatan, ada catatan yang untuk prestasi,” terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa Prabowo juga sering mengingatkan untuk tidak membuat kegaduhan di tengah masyarakat saat menyampaikan pernyataan.
“Kita ini bekerja untuk masyarakat, sehingga kami semua diimbau untuk berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, itulah catatan yang rutin disampaikan oleh Bapak Presiden,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Bertemu Para Pimpinan Perusahaan AS di Istana, Puji Kinerja Kabinet Merah Putih
Punya Harta Rp1 Triliun dan Utang Rp136 Miliar, Raffi Ahmad Tercatat Jadi Jajaran Kabinet Merah Putih Paling Kaya
Mensesneg Bantah Retret Kepala Daerah Pakai Uang Pribadi Presiden Prabowo Seperti Saat Kabinet Merah Putih, Ini Alasannya
Erick Thohir Sebut Pegawai Bank BUMN yang Pensiun Dini Bisa Jadi Manajer di Kopdes Merah Putih