Erick Thohir Sebut Pegawai Bank BUMN yang Pensiun Dini Bisa Jadi Manajer di Kopdes Merah Putih

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 21 Mei 2025 | 13:24 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir. (Instagram.com/@erickthohir)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir. (Instagram.com/@erickthohir)

FAJARNUSA.COM -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir baru-baru ini menyatakan para pegawai Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang akan memasuki masa pensiun dini, dapat bergabung dalam Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Erick mengklaim pihaknya telah mempertimbangkan para pegawai Bank BUMN yang pensiun dini untuk mengisi posisi manajerial dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Soal Usulan KPK Parpol Dijatah APBN untuk Menekan Tindakan Korupsi, Istana: Bisa Didiskusikan

"BUMN menawarkan bahwa banyak sekali dari bank-bank Himbara juga siap memindahkan sebagian pegawainya yang mungkin nanti pensiun tinggal setahun-dua tahun, bisa juga masuk ke situ (Kopdes Merah Putih) sebagai manajernya," ujar Erick.

Menteri BUMN itu menilai, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan program Koperasi RI tersebut. 

Erick menjelaskan bentuk koperasi akan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah, bisa berupa koperasi simpan pinjam, pertanian, peternakan, hingga distribusi pupuk.

Baca Juga: Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Wakil Wali Kota Serukan Semangat Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital

"Apakah nanti koperasi, tetap koperasi simpan pinjam pasti ada. Tapi apakah itu ada nanti koperasi misalnya untuk padi atau peternakan ayam? Tetapi yang ini namanya koperasi, tidak individu," jelasnya.

Kemudian, Erick menuturkan Kopdes Merah Putih saat ini masih dalam tahap pengembangan, termasuk pemetaan model bisnis dan wilayah implementasi, seraya menyebut Pemerintah RI menargetkan 80 proyek percontohan diluncurkan pada akhir tahun.

"Target awalnya kalau nggak salah kemarin diputuskan 80 percontohan. Ini yang modeling, ini yang kita lihat," terangnya.

Baca Juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak Baru yang Ditunjuk Presiden Prabowo Gantikan Suryo Utomo

Lebih lanjut, Erick mengungkap pihaknya akan berperan sebagai sistem pendukung, bukan penyalur dana langsung. Dukungan tersebut antara lain berupa plafon pembiayaan dari bank-bank Himbara dan pendampingan manajemen koperasi bila diperlukan.

"Kita menjadi supporting system untuk tadi sistem Himbara-nya sebagai plafon, jadi bukan membagi uang hilang. Lalu kita juga akan mendampingi sistem manajemennya bila diperlukan," tukasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X