“Kita perlu melihat riwayat kesehatan mentalnya, apakah ada tekanan psikologis yang mempengaruhi tindakannya,” kata Sugeng.
Namun, pihak kepolisian belum secara resmi mengungkap motif di balik peristiwa ini.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, hanya mengonfirmasi bahwa kasus masih dalam penyelidikan.
Hubungan Brigadir AK dan DJP: Faktor Pemicu?
Dalam perkembangan terbaru, terungkap bahwa hubungan antara Brigadir AK dan DJP tidak resmi secara hukum.
Brigadir AK diketahui telah bercerai dari istri sahnya sebelum menjalin hubungan dengan DJP.
“Kalau perempuan ini (DJP) adalah teman dekat, belum istri sah. Namun, korban (NA) benar anak kandung dari Brigadir AK,” kata Artanto.
Fakta ini menambah kompleksitas kasus. Apakah ada faktor perselisihan dalam hubungan mereka yang memicu kejadian tragis ini?
Pelarian Brigadir AK dan Dugaan Upaya Menutupi Kasus
Salah satu aspek yang semakin memperkuat kecurigaan adalah pelarian Brigadir AK setelah kematian bayi.
Beberapa hari setelah kejadian, ia tidak bisa dihubungi dan menghilang tanpa jejak.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Anggota Polda Jateng Bunuh Bayi 2 Bulan: Bermula saat Ditinggal Istrinya Belanja
Sosok Brigadir AK, Anggota Intel Polda Jateng yang Diduga Bunuh Bayi Usia 2 Bulan di Semarang