FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menegaskan komitmen Pemkab Cirebon untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang digelar di ruang rapat Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (9/10/2024).
Rapat ini diadakan dengan tujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Baca Juga: Monev Layanan Kominfo dan Statistik, Pj Sekda Dorong Optimalisasi Teknologi dan Perencanaan Digital yang Matang
Dalam sambutannya, Wahyu menyatakan pentingnya sinergi antara Pemkab Cirebon dan KPK untuk memastikan pengelolaan pemerintahan yang lebih baik.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik melalui digitalisasi, terutama di sektor kesehatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, digitalisasi merupakan langkah strategis untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan yang disediakan oleh pemerintah.
Baca Juga: Pemkab Indramayu Berikan Layanan Publik Gratis, Program Laboling Diserbu Warga Widasari
Wahyu juga menambahkan, bahwa upaya ini tidak hanya fokus pada aspek pelayanan, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan.
Ia berharap, dengan sinergi yang baik, Pemkab Cirebon dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencegah potensi korupsi.
Sementara Direktur Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama, memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemkab Cirebon dalam memberantas korupsi.
Baca Juga: Nia Kurnia Politisi PDI Perjuangan Soroti Kasus KDRT Suami Pukul Istri Hingga Tewas di Sumenep
“Kami melihat banyak upaya positif dari Pemkab Cirebon dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,” ujar Bahtiar.
Menurut Bahtiar, Kabupaten Cirebon meraih skor 67 dalam penilaian potensi korupsi. Skor ini menunjukkan bahwa daerah ini sudah berada pada jalur yang tepat, meskipun masih harus waspada terhadap berbagai potensi penyimpangan.
“Penting bagi Pemkab Cirebon untuk terus berinovasi dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Apda Sumenep Dukung Faham Menang di Pilkada Sumenep 2024
Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang efektif antara pemerintah dan publik, akan membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
KPK juga mendorong Pemkab Cirebon untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan tentang program dan kebijakan yang telah dilaksanakan.
“Dengan informasi yang memadai, masyarakat akan lebih memahami upaya yang dilakukan pemerintah dan terlibat aktif dalam pengawasan,” ujarnya. **
Artikel Terkait
Dugaan Korupsi Dana Desa Tahun 2022 Senilai 1,5 Miliar Desa Tawangsari , Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Periksa Sejumlah Saksi
KPK Usut Kasus Korupsi di Pemkot Semarang, Rumah Pribadi Wali Kota Semarang di Geledah, Empat Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Mangkir, KPK Kembali Panggil Mbak Ita Terkait Dugaan Korupsi Pemkot Semarang Hari Ini
Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam Usai Diperiksa KPK 2.5 Jam Atas Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkot Semarang
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih, Inspektorat Kabupaten Cirebon Adakan Kegiatan Aksi Pencegahan Korupsi
Inspektorat Dan Satgas Saber Pungli Kabupaten Indramayu Berikan Pemahaman Anti Korupsi
Wujudkan Zona Integritas, Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Gaya Hidup Mewah Komisioner KPU Banyuwangi, Menuai Kritik Bentuk Busuknya Institusi Negara
Aktivis Anti korupsi Kabupaten Cirebon Bang Zeki Angkat Bicara Terkait Dugaan Pungli Dokumen Kontrak di DPUTR