KPK Bersama Anti-Corruption Bureau Brunei Darussalam Tingkatkan Kerja Sama dalam Pencegahan Korupsi

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 14:53 WIB
Delegasi Anti-Corruption Bureau (ACB) Brunei Darussalam diterima dengan hangat oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, selama kunjungan bilateral di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Foto: kpk.go.id)
Delegasi Anti-Corruption Bureau (ACB) Brunei Darussalam diterima dengan hangat oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, selama kunjungan bilateral di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Foto: kpk.go.id)

FAJARNUSA.COM — Kemarin Selasa (24/10), Dalam upaya mengukuhkan komitmen untuk memberantas tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia menerima kunjungan bilateral dari Anti-Corruption Bureau (ACB) Brunei Darussalam di Gedung Merah Putih KPK.

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antar-lembaga internasional dalam penanganan tindak pidana korupsi lintas negara.

“Indonesia dan Brunei memiliki banyak kesamaan ciri karakteristik umum, ini termasuk dalam bingkai sejarah, budaya, dan agama. Bahkan, sejak membangun hubungan diplomatik pada tahun 1984, Indonesia dan Brunei menikmati hubungan yang hangat dan ramah. Suatu kehormatan bagi kami, ACB bisa berkunjung dan bertukar pengetahuan soal pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam sambutannya.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Dorong Tingkatkan Ekspor dan Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kerja sama antara KPK dan ACB telah berjalan sejak tahun 2004 melalui Nota Kesepahaman ASEAN-Parties Against Corruption (ASEAN-PAC), bersama Malaysia dan Singapura.

Selama ini, keduanya telah berkolaborasi dalam pertukaran informasi, memfasilitasi penyelidikan, penyidikan, penuntutan tindak pidana korupsi, serta program pengembangan kapasitas pegawai.

Tanak juga mengungkapkan bahwa KPK telah meminta bantuan ACB terkait data impor batu bara dari Brunei Darussalam, sementara ACB telah mengundang KPK sebagai narasumber dan peserta dalam program pembangunan kapasitas.

Baca Juga: Presiden Jokowi Fokuskan Peta Jalan Pembangunan pada Investor Daily Summit 2023

“Dalam kepentingan kajian potensi korupsi, KPK juga telah meminta bantuan ACB terkait data batu bara Brunei Darussalam yang diimpor dari Indonesia, serta ACB telah mengundang KPK sebagai narasumber dan peserta untuk program pembangunan kapasitas yang diselenggarakan oleh ACB,” ujar Tanak.

Selama kunjungan dua hari, delegasi ACB Brunei Darussalam mengikuti sejumlah kegiatan, termasuk sharing session tentang pencegahan korupsi melalui peningkatan transparansi pelayanan publik, insersi pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, dan penjelasan program kerja pusat edukasi antikorupsi.

Selain itu, mereka juga mengunjungi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan (Rupbasan).

Baca Juga: Program Sinergi Integrasi Pelayanan Publik, Bupati Kuningan Sambangi Desa Manis Kidul

Tanak berharap kunjungan ini akan meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan mempererat kerja sama bilateral, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Dia menyatakan harapan agar korupsi dapat diminimalisir, mencapai tujuan "zero corruption" di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.

Delegasi ACB Brunei Darussalam menyatakan tujuan kunjungan mereka adalah untuk belajar strategi pemberantasan korupsi yang telah diterapkan oleh KPK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X