Kasus Perundungan Pelajar di Cilacap,Tuai Perhatian UNESCO dan Pejabat Negeri

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Kamis, 28 September 2023 | 11:31 WIB
Aksi perundungan pelajar di Cilacap Tuai perhatian UNESCO dan pejabat negeri (foto : X/@heraloebss)
Aksi perundungan pelajar di Cilacap Tuai perhatian UNESCO dan pejabat negeri (foto : X/@heraloebss)

FAJARNUSA.COM—Kasus perundungan pelajar yang viral di media sosial telah mencuri perhatian banyak pihak, termasuk UNESCO dan pejabat negeri.

Video kejadian tersebut menampilkan seorang pelajar yang mengenakan topi hitam tanpa henti menghajar sesama pelajar menggunakan tangan dan kaki.

Korban dalam video tersebut tidak mampu membalas atau menghindar, sementara rekan-rekan sesama pelajar hanya bisa menonton tanpa berani melerai.

Baca Juga: Perkembangan Pratama Arhan Dengan Suwon FC di K-League 1

Video ini mencapai titik klimaks ketika korban hampir pingsan di tengah lapangan.

Kapolres Cilacap segera dihubungi oleh sejumlah petinggi negeri akibat viralnya video ini.

Pelajar yang diduga sebagai pelaku perundungan sudah dalam penanganan Polres Cilacap.

Baca Juga: Pertandingan Sengit di Babak 16 Besar Asian Games 2023, Simak Jadwal Pertandingan

Beberapa orang pelajar, baik pelaku maupun saksi, telah diamankan terkait kasus perundungan ini.

Pengguna akun twitter @Heraloebbs viralnya aksi perundungan pelajar ini menjadi perhatian serus UNESCO.

Bahkan, Kapolres Cilacap menerima telepon langsung dari tingkat nasional, termasuk presiden, Panglima TNI, dan Kapolri, karena UNESCO juga memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Bola Asian Games 2023, Iran dan Korea Utara Melaju ke Babak Perempat Final

Akun tersebut menuliskan bahwa Kapolres Cilacap mendapat telepon langsung dari sejumlah petinggi negeri termasuk presiden.

"Saya ditelepon,Staf Presiden,Panglima TNI, Kapolri,Menteri PMKkareba kasus Bullying Siswa SMP ini mendapat perhatian dari @UNESCO," ungkap Kapolres Cilacap dalam akun tersebut.

Anggota DPR RI, Ahamad Sahroni, juga menyoroti pengawasan sekolah yang dianggap kurang sigap dalam mengatasi perundungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X