Mengapa Ibu Hamil Harus Bebas dari Stres? Ada Hubungannya terhadap Perkembangan Otak Janin

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi buah hati yang lahir dalam kondisi sehat dan bahagia.  (Unsplash.com/@ColinMaynard)
Ilustrasi buah hati yang lahir dalam kondisi sehat dan bahagia. (Unsplash.com/@ColinMaynard)

FAJARNUSA.COM - Sebagian besar calon orang tua mengutarakan keinginannya agar sang anak lahir ke dunia dalam keadaan sehat. 

Saat hamil, para ibu berusaha menjaga pola makan, mengkonsumsi vitamin, serta menghindari obat-obatan berbahaya. Namun, terdapat faktor lain yang sering terabaikan, yaitu stres selama kehamilan.

Meski kata "stres" sering kita dengar, namun ternyata definisinya cukup kompleks. 

Baca Juga: Kodim 0811 Tuban Siapkan Kampung Terpadu untuk Lomba Pembinaan Teritorial Tingkat Nasional

Dokter sekaligus penulis Explorations of the Mind, Thomas R. Verny, M.D., menyebut, stres pada ibu hamil ternyata dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan otak janin

"Stres dapat diartikan sebagai tuntutan internal dan eksternal yang memerlukan penyesuaian. Stres menjadi berbahaya ketika mekanisme adaptasi tubuh gagal," tutur Verny sebagaimana dilansir dari Psychology Today, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Saat tubuh merasakan stres, kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin dan noradrenalin ke dalam darah. Ini memicu respons “fight or flight” yang meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan gula darah, serta mengalihkan aliran darah dari organ dalam ke otot-otot besar. 

Baca Juga: Seorang Wanita Tewas Tertabrak KA Jenggala di Depan Maspion 3 Sidoarjo

Selain itu, stres memicu kerja sistem saraf simpatik dan menekan sistem parasimpatik yang berperan dalam istirahat, tidur, dan pencernaan. 

"Pada ibu hamil, kondisi ini berarti janin akan menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi,” kata Verny.

"Respons ini baik jika seseorang sedang menghadapi bahaya, tapi tidak ideal bagi ibu yang mengandung," jelasnya. 

Baca Juga: Investigasi Ledakan Sumur Gas PT Pertamina EP Subang Berlanjut, Tim Puslabfor Mabes Polri Turun ke Lokasi

Hasilnya, ibu hamil bisa mengalami gangguan tidur dan penyerapan nutrisi yang buruk, yang tentu berdampak pada janin.

Stres dalam waktu singkat biasanya tidak berbahaya karena tubuh memiliki mekanisme pemulihan alami. Namun, stres berat atau berkepanjangan—misalnya karena kehilangan pekerjaan atau tekanan hidup sebagai ibu tunggal—dapat membuat tubuh terus memproduksi hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X