FAJARNUSA.COM - Mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Salah satu komponen paling penting pada kendaraan listrik adalah baterai, yang berfungsi sebagai sumber tenaga utama.
Baterai mobil listrik tidak hanya mempengaruhi jarak tempuh dan performa kendaraan, tetapi juga berdampak besar pada biaya perawatan jangka panjang.
Baca Juga: Kodim 0811 Tuban Siapkan Kampung Terpadu untuk Lomba Pembinaan Teritorial Tingkat Nasional
Oleh sebab itu, memahami cara kerja dan siklus hidup baterai menjadi hal yang penting bagi para pengguna kendaraan listrik.
Siklus Hidup Baterai Mobil Listrik
Bagi yang belum tahu, siklus hidup baterai adalah jumlah pengisian dan pengosongan penuh yang dapat dilakukan hingga kapasitasnya turun signifikan.
Baca Juga: Seorang Wanita Tewas Tertabrak KA Jenggala di Depan Maspion 3 Sidoarjo
Satu siklus, umumnya dihitung dari baterai kosong hingga penuh, atau dua kali pengisian setengah kapasitas.
Secara umum, baterai mobil listrik mampu bertahan antara 1.000 hingga 2.000 kali siklus pengisian penuh.
Dalam praktiknya, ketahanan ini setara dengan usia pakai antara 8 hingga 15 tahun, tergantung pada gaya mengemudi dan jenis kendaraan yang digunakan.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Jalin Kemitraan Global Melalui Inisiasi Sister City dengan Belanda
Mengenal Baterai Li-ion
Baterai yang paling umum digunakan pada mobil listrik saat ini adalah jenis lithium-ion (Li-ion). Jenis baterai ini dikenal memiliki kepadatan energi tinggi, pengisian yang cepat, dan performa yang stabil.
Artikel Terkait
Di Balik Fitur Canggih Wuling Air EV, Pengguna Soroti Jok Kurang Nyaman dan Posisi Duduk Kurang Rebah
Suzuki Address FI, Motor Matic Legendaris yang Terjebak di Zona Nyaman
Bongkar Plus Minus Spek Porsche 718 Cayman yang Sempat Viral di Medsos Gegara Bodi Lecet Kena Serempet Truk
BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, namun Tak Lepas dari Catatan Negatif