Keunggulan baterai lithium-ion tidak berhenti di situ. Bobotnya yang ringan membuat mobil listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dalam sekali pengisian, serta membantu meningkatkan efisiensi energi kendaraan secara keseluruhan.
Selain itu, baterai Li-ion memiliki tingkat self-discharge yang rendah. Artinya, baterai ini dapat mempertahankan daya lebih lama ketika tidak digunakan, sehingga lebih praktis dan efisien bagi pemilik kendaraan.
Keamanan juga menjadi salah satu kelebihan baterai lithium-ion karena tidak mengandung zat berbahaya bagi manusia. Sebagian besar baterai Li-ion dapat didaur ulang, sehingga mendukung konsep ramah lingkungan yang menjadi salah satu tujuan utama kendaraan listrik.
Cara Antisipasi Suhu Ekstrem
Meski memiliki banyak keunggulan, baterai lithium-ion tetap memiliki keterbatasan, terutama terhadap suhu ekstrem. Paparan panas atau dingin berlebihan dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dan memperpendek umurnya.
Oleh karena itu, memahami cara merawat baterai, mulai dari pola pengisian yang tepat hingga menghindari kondisi suhu ekstrem, menjadi kunci dalam memperpanjang usia pakai baterai mobil listrik.
Mayoritas mobil listrik, seperti Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), menggunakan baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga utama.
Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus hidup dan cara merawat baterai, pemilik mobil listrik dapat menikmati kendaraan yang lebih efisien, hemat biaya perawatan, dan tentunya lebih ramah lingkungan untuk jangka panjang.***
Artikel Terkait
Di Balik Fitur Canggih Wuling Air EV, Pengguna Soroti Jok Kurang Nyaman dan Posisi Duduk Kurang Rebah
Suzuki Address FI, Motor Matic Legendaris yang Terjebak di Zona Nyaman
Bongkar Plus Minus Spek Porsche 718 Cayman yang Sempat Viral di Medsos Gegara Bodi Lecet Kena Serempet Truk
BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, namun Tak Lepas dari Catatan Negatif