"Tubuh ibu akan terendam hormon stres dalam waktu lama, dan janin ikut terkena dampaknya," ujar Verny.
Kadar hormon stres yang tinggi dan berlangsung lama ini terbukti berbahaya bagi perkembangan janin, khususnya otaknya. Otak janin yang sedang terbentuk memiliki susunan sel saraf yang harus mencapai lokasi tertentu sesuai peta genetiknya.
"Jika kortisol terlalu tinggi, jalur migrasi sel otak bisa salah arah dan koneksi menjadi tidak normal," tukas Verny menambahkan.
Hal tersebut menegaskan pentingnya dukungan bagi ibu hamil agar tidak mengalami stres berat. Menjaga kehamilan bebas stres bukan hanya soal kesehatan ibu, tetapi juga menyangkut masa depan anak.
Dengan perhatian yang tepat, risiko gangguan perkembangan otak janin dapat ditekan, sehingga anak lahir sehat dan siap tumbuh optimal.***
Artikel Terkait
Penyebab Terjadinya Gejala Insomnia Salah Satu Penyebabnya Stres
Kata Bill Gates usai Intip Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Sebut Manfaat untuk Ibu Hamil-Menyusui
Rahasia Umur Panjang Baterai Li ion pada Mobil Listrik: Pahami Dulu Siklus Hidup dan Cara Merawatnya