FAJARNUSA.COM – Airlangga Hartarto Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar menegaskan, partainya hanya akan memberikan dukungannya kepada calon presiden (bacapres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto atau PDIP Ganjar Pranowo. Golkar, kata dia, tidak akan mendukung bacapres Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan.
Baca Juga: Kutipan Denny Indrayana: Sandiaga Uno Akan Menjadi Cawapres Ganjar Pranowo
“Itu sangat benar,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).
Sewaktu kembali dipastikan ditanya wartawan, Airlangga pun tidak akan mendukung Anies Baswedan. “Benar,” ucap menteri koordinator perekonomian tersebut.
Baca Juga: Pertama Kali Penerbangan Internasional Korut Telah Di Buka
Selanjutnya, Airlangga juga kembali memberikan tanggapannya terkait pernyataan eks wakil presiden dan ketum Golkar M Jusuf Kalla yang menyebut partai berlambang beringin terlalu bergantung kepada penguasa dalam kebijakan politiknya. Menurutnya, Golkar merupakan partai yang besar yang juga memiliki langkah sendiri.
"Golkar itu organisasi dan partai besar. Ya tentu kita punya langkah-langkahnya sendiri. Terima kasih. Selamat sore. Tunggu dari Golkar," kata Airlangga.
Baca Juga: Ucap Gibran Rakabuming Dibuktikan Saja Tanggapi Kedatangan Rizal Ramli dan Amien Rais ke KPK
Di jelaskan langkah-langkah yang dimaksud di atas, yakni langkah terakhir Partai Golkar dalam menentukan arah politiknya.
"Langkah chapter terakhir. Sekarang udah masuk chapter terakhir," ujarnya.
Baca Juga: Ada Apa? Amien Rais, Rizal Ramli, dan Ubedillah Badrun Datangi KPK
Meski Airlangga menilai kerja sama dengan partai lain justru diperlukan agar Golkar bisa maju dalam pemilihan presiden. Hal ini disampaikannya menghadapi pernyataan ketum Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla yang meminta agar Golkar bisa menjadi partai mandiri dan tidak terlalu bergantung pada persekutuannya dalam mengambil langkah politik.
Hal Kerja sama selalu diperlukan karena Golkar membutuhkan kerja sama partai untuk maju dalam pemilihan presiden, kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2023).
Dia Airlangga juga menyebut bahwa seluruh senior Partai Golkar menolak penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk menggeser posisinya dari jabatan ketua umum. Dia pun sudah mengumpulkan 38 ketua DPD Golkar yang sepakat menolak munaslub.
Pernyataan tersebut juga disampaikan Jusuf Kalla. "Ya seluruh pengurus Golkar, DPD 1 menolak munaslub, jadi seluruh senior menolak munaslub," ujar Airlangga. ***
Artikel Terkait
MA di Sentil, Megawati Kesal Hukuman Mati Ferdy Sambo Dianulir
Mahasiswi IPB Tewas dalam Kebakaran di Laboratorium Kutipan AKP Budi Ungkap Fakta
Sidang Gugatan Terhadap Rocky Gerung Bakal Digelar Hari ini di PN Jaksel
Dugaan Bayi Tertukar, Kedua Ibu beserta Bayinya Jalani Tes DNA
Aksi Sinopsis Film Hancock, Seorang Pemabuk yang Jadi Superhero
Cara Cek Kredit Online, Karena BI Checking Sudah Ganti