FAJARNUSA.COM – Istilah Menikung PDIP? Ini penjelasan Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto padahal sudah bentuk tim teknis bareng partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.
Dari Tim Teknis bentukan untuk membangun kerja sama politik antara PDI-P dan Partai Golkar otomatis bubar.
Baca Juga: Neymar Resmi Pindah ke Al Hilal, Statusnya Kini Pemain Sepak Bola Termahal di Arab Saudi
Di pastikan, Golkar batal mendukung Ganjar Pranowo, sebaliknya, Partai Beringin ini masuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.
Dan PDIP sendiri menegaskan dengan pilihan Golkar ke Prabowo, otomatis tim teknis bentukan mereka dianggap bubar.
Baca Juga: Panglima Pajaji Sosok Sakti, Tak Bisa Dilukai Sajam dan Jadi Pasukan Pantak Padagi Borneo
Namun Golkar punya alasan sendiri hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan KKIR dan mengusung Prabowo Subianto.
Di kesempatan lain Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk F Paulus angkat bicara perihal Golkar yang sudah membentuk tim teknis untuk membangun kerja sama politik bersama PDI-P, tapi pada akhirnya memutuskan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ini Reaksi Prabowo Saat PDIP Sebut Program Jokowi Food Estate Kejahatan Lingkungan
Ujar Lodewijk "peta politik memang bisa berubah dengan sangat cepat.
Nanti kita lihat lah. Peta politik kan cepat sekali berubah-ubah. Nanti kita lihat, nanti berikutnya seperti apa. Kan belum tuntas ini," ujar Lodewijk saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Juga Lodewijk mengungkapkan, Golkar memutuskan mendukung Prabowo setelah berbicara dengan pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar se-Indonesia, hingga mendatangi tokoh-tokoh senior.
Baca Juga: Ricuh dan Kronologi Dago Elos Bandung Hingga Penembakan Gas Air Mata
Pendapatnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sampai melakukan road show sebelum membuat keputusan mendukung Prabowo.
"Pak Airlangga juga road show ketemu dengan para ketua dewan dan juga ketemu dengan Pak JK. Ya tentunya, ya inilah kesepakatan yang kita ambil," katanya.
Selain itu, Lodewijk menepis penilaian Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menganggap Golkar memang sulit mengusung Airlangga menjadi bakal calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).
Baca Juga: Peringati HUT ke78 Kemerdekaan RI, Bupati Cirebon Senam Bersama dan Bagikan Sertifikat Tanah
Dan Lodewijk berdalih ada realita politik yang harus diperhitungkan, sehingga Golkar akhirnya memutuskan mendukung Prabowo.
"Ya bukan masalah itu ya, bukan masalah Pak Airlangga sulit atau tidaknya menjadi Presiden. Tentunya ada realita politik yang harus kita perhitungkan kemarin, sampai akhirnya mengambil keputusan seperti itu," ujar Lodewijk
Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Terciduk Jalan Berdua Kebersamaan Mereka Mulai Terkuak
Dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) 2024. Golkar dan PAN gabung ke KKIR usung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Ini penjelasan Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto padahal sudah bentuk tim teknis bareng partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.
PDI-P anggap tim teknis dengan Golkar bubar
Anggap tim teknis PDI-P dengan Golkar bubar, Kata Ketua DPP PDI-P Said Abdullah mengakui bahwa tim teknis untuk membangun kerja sama politik antara PDI-P dan Partai Golkar otomatis bubar.
Baca Juga: Modus Baru Penipuan Paket COD, Ini Cirinya Agar Tak Tertipu
Ini terjadi lantaran Golkar resmi menjatuhkan dukungan untuk bakal capres Prabowo Subianto, bukan Ganjar Pranowo.
"Ya (bubar)," kata Said singkat kepada Kompas.com pada 13 Agustus 2023.
Dia lantas menyampaikan bahwa PDI-P sangat menghormati pilihan dan kedaulatan masing-masing partai politik.
Baca Juga: UMKM Award 2023, Bupati Imron: UMKM Mampu Bertahan dari Gempuran Covid-19
Pendapat Said, hal itu tentu saja mencerminkan tumbuhnya demokrasi dengan baik di Indonesia.
Di sisi lain, PDI-P dan partai politik pengusung Ganjar tentu akan semakin memperkuat basis massa.
Juga Said mengatakan, partainya tidak khawatir meski kalah jumlah partai politik dibandingkan dengan partai pengusung bakal capres lain.
Untuk bahan cerminan, pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla hanya diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI," ujar Said.
Baca Juga: Begini Penampakannya Densus 88 Sita 16 Senpi dari Karyawan KAI Terduga Tersangka Terorisme
"Walau saat itu dari sisi jumlah dukungan partai di pilpres kami kalah jauh, namun dengan soliditas dan kerja politik yang kuat di akar rumput terbukti pasangan Jokowi-JK justru mampu memenangkan pilpres dengan perolehan suara 53,15 persen. Sementara Prabowo-Hatta 46,88 persen," katanya lagi.
Dan Oleh karena itu, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengaku tetap yakin PDI-P dan partai politik pengusung Ganjar bisa menang pada Pilpres 2024.
Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) 2024. Golkar dan PAN gabung ke KKIR usung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Ini penjelasan Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto padahal sudah bentuk tim teknis bareng partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.
"Sebagai bahan cerminan, pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla hanya diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI," ujar Said.
"Walau saat itu dari sisi jumlah dukungan partai di pilpres kami kalah jauh, namun dengan soliditas dan kerja politik yang kuat di akar rumput terbukti pasangan Jokowi-JK justru mampu memenangkan pilpres dengan perolehan suara 53,15 persen. Sementara Prabowo-Hatta 46,88 persen," katanya lagi.
Pada dasarnya Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengaku tetap yakin PDI-P dan partai politik pengusung Ganjar bisa menang pada Pilpres 2024.
Selain itu juga menekankan apa yang diyakininya dalam politik, yaitu kerja cerdas, dan kepedulian tinggi ke akar rumput.
"Kami yakin bisa merebut dukungan rakyat pada Pilpres 2024 lebih besar. Itulah yang akan terus kami pedomani sebagai jalan politik untuk memenangkan Ganjar Pranowo," kata Said.
Yang telah diberitakan, Golkar bersama Partai Amanat Nasional (PAN) resmi bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Kebangkita Bangsa (PKB) untuk mengusung Prabowo sebagai bakal capres. ***
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Memimpin Hasil Survei Terkait Pilpres 2024 Menantang Ganjar Pranowo
Hasil Operasi Antik Lodaya 2023 Polres Majalengka Berhasil Ungkap Lima Kasus Tindak Pidana Narkoba
Bapilu PSI Jawa Barat Siapkan Strategi Pemenangan di Tahun 2024, Yakin Pasti Menang
Begini Aksi Jahil Mark Lee Jeno & Jaemin NCT Dream Tidur di Karpet Indonesia
MS Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Stadion Bima Tertangkap Polisi