Baca Juga: Cara PDI Perjuangan Menyikapi Gibran Setelah Sah Jadi Cawapres Prabowo
Faizal Assegaf juga menyoroti Mahkamah Konstitusi (MK), yang dia tuduh telah menjadi "Makamah Keluarga."
Ia menyatakan bahwa MK tampaknya digunakan untuk kepentingan keluarga presiden, sehingga negara tampak seperti sebuah kebun binatang, di mana yang kuat yang berkuasa.
Di sisi lain, Faizal Assegaf juga menyebutkan Ketua Umum PDIP, Megawati, yang hanya bisa melihat manuver politik kedua anak Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.
Baca Juga: Ketua DPP Partai Nasdem Mengatakan Jokowi Restui Gibran Jadi Cawapres Prabowo Tak Melanggar Hukum
“Beberapa politisi PDIP berusaha tampil menghibur hati Bu Mega. Pura-pura tenang menghadapi pesta pora politik Jokowi dan Prabowo. Sementara Kaesang dan Gibran tertawa puas,” jelasnya.
Faizal Assegaf mengakhiri pernyataannya dengan menggambarkan arogansi politik dan nepotisme yang terjadi menjelang Pemilihan Presiden 2024, di mana aturan, moral, dan etika tampaknya telah ditabrak demi kepentingan keluarga presiden. *
Artikel Terkait
Melihat Pendidikan Terakhir Gibran Rakabuming Raka yang Akan Menjadi Cawapres Prabowo
Jokowi Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Kira-kira Ada Apa ya?
Formula E Batal Digelar Karena Situasi Poliik Gubernur DKI Jakarta Menegaskan
Sinopsis Film 12 Mighty Orphans Sebuah Film Olahraga Amerika Serikat
Prabowo Ungkap Ingin Temui Megawati Usai Sahnya Gibran Menjadi Cawapresnya