Kritikus Faizal Assegaf Soroti Politik Dinasti dan Nepotisme di Pesta Politik 2024

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 09:06 WIB
Kritikus Faizal Assegaf menyampaikan kritiknya terhadap politik dinasti dan nepotisme dalam politik Indonesia. (Foto: Instagram/@faisal.assegaf)
Kritikus Faizal Assegaf menyampaikan kritiknya terhadap politik dinasti dan nepotisme dalam politik Indonesia. (Foto: Instagram/@faisal.assegaf)

FAJARNUSA.COM — Kritikus tajam, Faizal Assegaf, mengungkapkan perhatiannya terhadap fenomena politik dinasti yang disebut-sebut tengah dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pernyataannya pada Senin (23/10/2023), Faizal Assegaf mengungkapkan keprihatinannya terhadap peran para Ketua Umum Partai Politik dan pakar hukum dalam upaya mempertahankan kekuasaan.

Faizal Assegaf secara tegas menyatakan, "Ketum Parpol dan pakar hukum pro Istana, bersekutu dalam kejahatan bernegara!" Dia mengkritik keras upaya beberapa tokoh politik yang mendukung pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024 Cara Membatasi Paparan Berita Politik Untuk Hindari Berita Palsu

Terutama, ia menyentil dua anak Jokowi yang telah meraih posisi penting dalam politik nasional.

Faizal melihat tindakan para politisi yang lebih tua dalam memuja-muja kedua anak tersebut sebagai sebuah drama memalukan.

"Drama memalukan. Di emparan Istana, kawanan politisi tua membongkok dihadapan dua bocah politisi karbitan politik dusta. Bergantian memuja, memoles, dan menggendong Kaesang dan Gibran," ujarnya dengan nada kritik.

Baca Juga: BMKG Umumkan Kota Bandung Masuki Masa Pancaroba, Waspadai Perubahan Cuacanya!

Faizal Assegaf juga menduga bahwa para Ketua Umum Partai Politik sengaja memberikan pujian kepada anak-anak Jokowi untuk mendapatkan restu dan dukungan dalam persaingan politik.

Dia menggambarkan perilaku ini sebagai perilaku politik yang hipokrit dan menyindir bahwa rakyat terperangkap dalam kegelapan demokrasi.

“Para Ketum Parpol berbaris dan berebut lezatnya restu kekuasaan. Rakyat menyindir, betapa bodoh dan hinanya perilaku politik hipokrit. Terperangkap di gelapknya gorong-gorong demokrasi,” ucapnya.

Baca Juga: Putra Mahkota Saudi Umumkan Peluncuran Piala Dunia Espot yang Dihadiri Oleh Global Sektor Olahraga

Tidak hanya Ketua Umum Partai Politik, Faizal Assegaf juga menyebutkan bahwa pakar hukum, mantan presiden, dan konglomerat tampaknya tunduk pada kekuasaan Jokowi. Mereka secara kompak memuji Gibran dan mengklaim bahwa dia adalah politisi muda yang pantas menjadi Calon Wakil Presiden, sementara banyak kaum muda berprestasi lainnya tersingkir.

“Mereka kompak memuji Gibran, mengklaim dia politisi muda dan pantas jadi Cawapres. Sementara jutaan kaum muda cerdas dan berprestasi tersingkir secara culas. Karena mereka bukan anak presiden,” terangnya.

“Tak hanya itu, MK dituding jadi Makamah Keluarga, diperkosa adik ipar presiden, bebas otak-atik pasal demi hajat ponakan. Tampak negara berubah jadi kebun binatang: Yang kuat yang berkuasa,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X