Sepenggal Kenangan Paling Berkesan Dari Adian Napitupulu Bersama Sabam Sirait

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Jumat, 14 Oktober 2022 | 10:38 WIB
Sekjend PENA 98 Adian Napitupulu falam sebuah diskusi mengenang 1 tahun wafatnya Sabam Sirait. (Fajarnusa/Mauladi Fachrian)
Sekjend PENA 98 Adian Napitupulu falam sebuah diskusi mengenang 1 tahun wafatnya Sabam Sirait. (Fajarnusa/Mauladi Fachrian)

FAJARNUSA - Sekjend PENA 98, Adian Napitupulu, memiliki sejumlah kenangan paling berkesan bersama Sabam Sirait. Romantisme tersebut dibagikan saat mengenang satu tahun wafatnya tokoh senior PDI Perjuangan itu.

Adian Napitupulu berkisah, ketika dirinya menjadi mahasiswa mendapatkan respons baik ketika menelepon Sabam Sirait pada waktu dini hari.

Saat itu, ketika melakukan pengorganisiran, Adian Napitupulu bersama massa pernah dikepung aparat di daerah Bogor. Kemudian, satu-satunya yang ditelepon oleh pentolan Forkot itu adalah Sabam Sirait.

Baca Juga: Adian Napitupulu Walkout Dari RDP dengan Mind ID Dan Antam

"Nah itu jam 2 pagi dan diangkat. Itu luar biasa. Itu lah bang Sabam," kata Adian Napitupulu dalam diskusi mengenang 1 tahun wafatnya Sabam Sirait di Gedung Joeang 45, Jakarta, Kamis (13/10).

Kemudian kenangan lainnya yang masih melekat di kepala Adian adalah ketika mendapat pesan dari Sabam Sirait untuk turun ke basis rakyat. Hal itu, guna mendekatkan diri dan mengetahui apa yang menjadi keluhan rakyat.

"Datang ke rakyat, ya turun ke sana, organisir itu dan sebagainya. Dan kita lihat dia menjalankan itu sebelum peristiwa 27 Juli. Dia intensive di situ menggalang teman-temannya, berkumpul, mendatangi, berdiskusi," kisah Adian terhadap Sabam Sirait.

Baca Juga: Sindiran Telak Adian Napitupulu Untuk Partai Demokrat Sebelum Demo BBM

Menurut anggota DPR RI itu, ide dan gerakan Sabam Sirait sangat menginspirasi dan masih relevan untuk dilakukan oleh aktivis pergerakan di era ini.

"Ada 1 posko di depan gedung 58 itu, posko pemuda dan mahasiswa, kita kumpul semua di situ, dan dia mau datang, mau duduk sama-sama di situ," kenang Adian lagi.

Adian menambahkan, perjuangan Sabam Sirait sebagai tokoh demokrasi harus dipertahankan dan diperjuangkan bersama bangsa hari ini. Terlebih, dalam menjaga ancaman Pancasila yang tidak berhenti dirongrong oleh kelompok-kelompok radikal dan ideologi transnasional.

Menurutnya, sejauh ini Pancasila berhasil menjaga kondusifitas dan menyatukan keberagaman yang menjadi kekayaan Republik Indonesia.

"Nah untuk itu, Pancasila dengan segala macam kekurangannya dan seluruh penerjemahannya hari ini, tapi paling tidak selama 77 tahun Indonesia merdeka ia mampu menjaga bangsa ini dari sabang sampai merauke," ujar Adian. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X