Polisi dan Petinggi Golkar Tak Berdaya Sikat Mafia Judi Online

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:13 WIB
Fajarnusa.com - Dikarenakan Polisi dan Pimpinan Partai tak kunjung menyikat habis gembong atau mafia judi online Sumatera Utara (Sumut) yang bercokol di kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumatera Utara (DPD Golkar Sumut),
Fajarnusa.com - Dikarenakan Polisi dan Pimpinan Partai tak kunjung menyikat habis gembong atau mafia judi online Sumatera Utara (Sumut) yang bercokol di kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumatera Utara (DPD Golkar Sumut),

“Ada petinggi Golkar Sumut di situ (mafia judi online Sumut). Namanya ada di nomor 118 di Surat Keputusan Susunan Kepengurusan Partai Golkar Sumut yang revitalisasi. Jonni namanya, menjabat sebagai Wakil Bendahara. Semua orang di Sumut, khususnya di Partai pasti tahu dan kenal dengan Apin BK yang juga Jonni di Surat itu,” ungkap Apri Budi.

Apri Budi pun berkeyakinan, aparat Kepolisian Polda Sumut juga tahu dan mengenal sosok yang diduga sebagai salah seorang mafia judi di Sumut itu.

Meskipun disebut namanya Apin BK, kata dia, sosok itu juga yang bernama Jonni di Susunan Struktur Pengurus Partai Golkar Sumut.

Apri Budi juga menyebut, tidak sulit kok untuk mengecek keberadaan dan kebenaran orang yang disebut sebagai salah satu bandar atau mafia judi Sumut itu.

“Namun, kita juga tidak mengerti mengapa pihak Aparat Penegak Hukum seperti Kepolisian, tak kunjung menyentuh atau menangkapnya,” ujar Apri Budi.

Parahnya lagi, lanjut pria yang berdomisili di Kota Medan itu, jajaran Pengurus Partai Golkar di tingkap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun di DPD Sumut, juga berupaya menutupi dan bersikeras tidak mengakui bahwa kadernya yang jadi pengurus adalah salah seorang bagian dari mafia judi yang sedang marak di Sumut.

“Parah. Partai tidak menindak tegas, malah ada kesan melindungi. Demikian pula aparat penegak hukum tidak menindak tegas yang bersangkutan. Ada apa sebenarnya dengan mereka ini?” ujar Apri Budi penuh selidik.

Apri Budi malah diancam oleh oknum Partai Golkar, karena membeberkan adanya oknum pengurus Partai Golkar Sumut yang ternyata disebut sebagai Tersangka dalam kasus mafia judi Sumut.

“Kami malah diancam akan dilaporkan pencemaran nama baik. Ayolah, kita buka saja siapa semua orang ini,” imbuh Apri Budi.

Apri Budi juga meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Burhanuddin, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, agar mengusut keterlibatan pengurus Partai Golkar Sumut dalam kasus mafia judi online di Sumatera Utara.

Seraya meminta perlindungan hukum kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin, Apri Budi berharap, janji untuk memberantas mafia judi oleh Kapolri dan juga memberantas segala bentuk mafia oleh Jaksa Agung, benar-benar bisa diwujudnyatakan di Sumut.

“Kita masyarakat Sumut, menantikan dan menunggu bukti nyata janji Kapolri untuk pemberantasan mafia judi di Sumut. Kita juga menunggu dan mengawal janji Jaksa Agung untuk menyikat dan memberantas segala bentuk mafia. Dan kita juga akan menunggu, langkah DPP Partai Golkar untuk membersihkan Partainya dari para mafia serta koruptor,” tandas Apri Budi.

Sementara, Sekretaris Golkar Sumut, Ilhamsyah membantah adanya fungsionaris partai Golkar Sumut dalam bisnis haram judi online.

Ilhamyah mengatakan, Apin BK bukan lagi pengurus Golkar setelah dilakukan revitalisasi dan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2022, di Hotel Polonia Medan.

Sehingga, Sekretaris Golkar Sumut Ilhamsyah juga membantah DPO Polda Sumut masih pengurus DPD Partai Golkar Sumut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanung

Rekomendasi

Terkini

X