nasional

Polemik SDN 175 Bulo Bulo: PLT Kepsek Siap Mundur di Tengah Tudingan Intimidasi Siswa

Kamis, 5 Februari 2026 | 11:42 WIB
Situasi di SD Negeri 175 Bulo-Bulo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kian memanas terkait dugaan intimidasi siswa (Istimewa)

FAJARNUSA.COM (BULUKUMBA) – Situasi di SD Negeri 175 Bulo Bulo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kian memanas. Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah, Muh. Nur Azis, menyatakan siap menanggalkan jabatannya jika ketegasannya dalam menegakkan tata tertib sekolah terus dipandang sebagai bentuk intimidasi terhadap siswa.

PLT Kepsek: "Saya Jalankan Tata Tertib"

​Menanggapi tudingan yang beredar pasca aksi mogok belajar siswa, Muh. Nur Azis menegaskan bahwa pencatatan absensi adalah prosedur standar manajemen sekolah, bukan alat penekan.

Baca Juga: Menteri P2MI Janji Tuntaskan Hak ABK Reza Valentino yang Tewas di Korea Selatan, Tim Khusus Dibentuk

​"Kalau memang menjalankan tata tertib sekolah ini dianggap intimidasi dan menjadi beban, saya siap diganti saja sebagai PLT," ujar Nur Azis, Rabu (4/2/2026).

​Ia membantah keras adanya koordinasi khusus dengan Dinas Pendidikan maupun Komite Sekolah untuk menekan siswa tertentu. Menurutnya, kondisi sekolah saat ini sudah kondusif dan siswa telah beraktivitas normal kembali.

Orang Tua Murid Kantongi Bukti Berbeda

Baca Juga: Warga Palopo Menjerit! Gas LPG 3 Kg Langka Sejak 5 Hari Terakhir, Pangkalan Kosong Melompong

​Di sisi lain, Surahmi, salah satu orang tua murid, memberikan kesaksian kontradiktif. Ia mengklaim memiliki bukti bahwa PLT Kepsek mengakui pencatatan nama tersebut merupakan perintah langsung hasil koordinasi dengan dinas.

​Surahmi bahkan telah melayangkan laporan resmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Inspektorat Kabupaten Bulukumba. "Saya sudah adukan secara tertulis. Saya siap memberikan bukti kuat atas pernyataan itu," tegasnya.

Respons Dinas Pendidikan

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Tambang Emas Tumpang Pitu: Kebijakan Eks Bupati Banyuwangi Azwar Anas Disorot

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memproses laporan tersebut. "Sementara pengambilan keterangan," ungkapnya singkat.

​Konflik ini merupakan buntut dari penonaktifan kepala sekolah definitif sebelumnya, Erniati, yang memicu gelombang protes dari sebagian wali murid dan siswa.

(**)

Tags

Terkini