FAJARNUSA.COM (PALOPO) – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram atau yang akrab disapa "gas melon" kini tengah melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Selama beberapa hari terakhir, masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan bahan bakar bersubsidi tersebut di berbagai pangkalan resmi.
Stok Kosong di Seluruh Pangkalan
Kondisi ini mencuat ke publik setelah salah satu warga dengan akun Facebook berinisial HZ mengunggah keluhannya. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan gas di pangkalan-pangkalan telah terhenti selama hampir satu pekan.
“Sudah sekitar lima hari tabung gas 3 kg tidak tersedia di semua pangkalan di Palopo. Masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mohon perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang,” tulis HZ dalam unggahannya.
Dampak Bagi Warga dan Pelaku UMKM
Akibat kelangkaan ini, warga terpaksa berkeliling kota demi mencari satu tabung gas. Tidak sedikit ibu rumah tangga yang terpaksa menunda aktivitas memasak. Dampak paling signifikan dirasakan oleh pelaku usaha kecil (UMKM) yang sangat bergantung pada gas melon untuk menjalankan roda ekonomi mereka.
Baca Juga: Meutya Hafid: Humas Pemerintah Tak Punya Kemewahan untuk Terlambat Tangkis Hoaks
Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan:
- Banyak pangkalan memasang papan pengumuman "Gas Habis".
- Terjadi antrean di beberapa titik saat isu stok masuk beredar.
- Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Palopo maupun Pertamina terkait penyebab pasti hambatan distribusi ini.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan distributor segera melakukan operasi pasar atau langkah konkret untuk menormalkan pasokan sebelum kondisi semakin memburuk.
(**)
Artikel Terkait
Pembatasan Gas HGBT Mulai Meresahkan, Kemenperin Pantau Langsung Pabrik Keramik yang Rumahkan Ratusan Karyawannya
Kemenperin Tangani 10 Aduan Gangguan Suplai Gas HGBT dari Industri
Telisik Kebijakan Kuota Gas HGBT yang Diperketat, Picu Ancaman PHK Tuk Pekerja Pabrik di Tanah Air
Puan Dukung Rencana Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK, Pastikan DPR Bakal Lakukan Pengawasan
Proyek Gas Rp341 Triliun Blok Masela Masuk Tahap FEED, Target Beroperasi 2029