nasional

Warga Palopo Menjerit! Gas LPG 3 Kg Langka Sejak 5 Hari Terakhir, Pangkalan Kosong Melompong

Kamis, 5 Februari 2026 | 11:09 WIB
Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram atau yang akrab disapa "gas melon" kini tengah melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan. (Foto ilustrasi)

FAJARNUSA.COM (PALOPO) – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram atau yang akrab disapa "gas melon" kini tengah melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Selama beberapa hari terakhir, masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan bahan bakar bersubsidi tersebut di berbagai pangkalan resmi.

​Stok Kosong di Seluruh Pangkalan

​Kondisi ini mencuat ke publik setelah salah satu warga dengan akun Facebook berinisial HZ mengunggah keluhannya. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan gas di pangkalan-pangkalan telah terhenti selama hampir satu pekan.

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Tambang Emas Tumpang Pitu: Kebijakan Eks Bupati Banyuwangi Azwar Anas Disorot

​“Sudah sekitar lima hari tabung gas 3 kg tidak tersedia di semua pangkalan di Palopo. Masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mohon perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang,” tulis HZ dalam unggahannya.

Dampak Bagi Warga dan Pelaku UMKM

​Akibat kelangkaan ini, warga terpaksa berkeliling kota demi mencari satu tabung gas. Tidak sedikit ibu rumah tangga yang terpaksa menunda aktivitas memasak. Dampak paling signifikan dirasakan oleh pelaku usaha kecil (UMKM) yang sangat bergantung pada gas melon untuk menjalankan roda ekonomi mereka.

Baca Juga: Meutya Hafid: Humas Pemerintah Tak Punya Kemewahan untuk Terlambat Tangkis Hoaks

​Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan:

  • ​Banyak pangkalan memasang papan pengumuman "Gas Habis".
  • ​Terjadi antrean di beberapa titik saat isu stok masuk beredar.
  • ​Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Palopo maupun Pertamina terkait penyebab pasti hambatan distribusi ini.

​Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan distributor segera melakukan operasi pasar atau langkah konkret untuk menormalkan pasokan sebelum kondisi semakin memburuk.

(**)

Tags

Terkini