nasional

Banjir di Banjar Meluas, 122 Ribu Jiwa Terdampak, Netizen Beri Respons Haru hingga Candaan

Kamis, 8 Januari 2026 | 06:00 WIB
Menyoroti bencana banjir di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang kini viral di media sosial (medsos). (Instagram.com/@feedgramindo)

FAJARNUSA.COM - Sebuah video yang beredar viral di media sosial (medsos) kembali menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami ribuan warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), akibat bencana banjir yang tak kunjung usai.

Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo pada Rabu (7/1/2026), terlihat jelas genangan air berwarna keruh telah merendam lantai rumah-rumah warga. Air bahkan dilaporkan masuk tanpa permisi saat sebagian warga terlelap.

"Saya tidak sadar, saat terbangun air masuk ke rumah tanpa permisi," ungkap seorang pria dalam video tersebut.

Baca Juga: Wawali Kota Cirebon: Kecanggihan Gadget Tak Berarti Tanpa 'Senjata' Komunikasi Digital

​Kekhawatiran mendalam dirasakan warga karena banjir yang menggenangi permukiman mereka sudah berlangsung selama dua hari, namun tidak menunjukkan tanda-tanda air akan surut.

"Tapi anehnya banjir ini tidak hilang-hilang, 1-2 hari sudah kotor lagi, bingung jadinya," keluhnya, menggambarkan betapa cepatnya air kembali naik meski sempat mereda.

Banjir Meluas, 9 Kecamatan dan Ratusan Desa Terendam

Baca Juga: Wajib Skrining Kesehatan Mandiri: Syarat Akses Layanan BPJS Kesehatan Mulai 2026

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, bencana banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di Kabupaten Banjar ini diketahui semakin meluas.

​Hingga saat ini, tercatat bencana tersebut telah merendam 9 kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan.

Dampaknya sangat besar, tercatat 43.469 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 122.353 jiwa menjadi korban langsung akibat bencana ini.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Warga Panjunan 'Geruduk' Pelabuhan Cirebon, Mendesak Penghentian Total Stockpile Batu Bara Milik Pelindo!

Menyikapi situasi yang terus memburuk dan meluasnya wilayah terdampak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar telah mengambil langkah sigap.

Status Tanggap Darurat Bencana Banjir resmi diperpanjang hingga 12 Januari 2026.
​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menjelaskan, perpanjangan status ini krusial untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.

Respons Warganet: Doa dan Candaan Penghibur

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Teror Terhadap Aktivis dan Influencer Pengkritik Bencana Sumatera: 'Negara Tidak Boleh Membiarkan!'

Video yang viral ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyatakan kecemasan dan mengirimkan doa terbaik, namun tak sedikit pula yang mencoba memberikan respons ringan untuk menghibur di tengah musibah.

"Mudah-mudahan cepat surut," tulis warganet melalui akun @dedynb.

Sementara itu, akun @wahyubs25 berkelakar, "Untuk ternak ikan saja," sebuah ungkapan yang mungkin bermaksud meredakan ketegangan.

Baca Juga: Bupati Cirebon Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif: Layanan Ramah Disabilitas di Fasilitas Publik Jadi Prioritas

Hingga berita ini diterbitkan, upaya penanganan dan pendataan dampak banjir masih terus dilakukan oleh Pemkab dan BPBD setempat. **

Tags

Terkini