Puncak kepedihan sang ibu adalah saat harus melihat anak-anaknya terpapar udara dingin tanpa pelindung yang memadai.
Seluruh pakaian mereka basah kuyup dan tidak ada satu pun baju kering yang tersisa setelah rumah mereka tersapu bencana.
Ia hanya bisa menatap pasrah saat sang anak harus tertidur dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di tengah kegelapan.
Baca Juga: KAI Bagikan Kado Spesial di Momen Hari Ibu di Sejumlah Stasiun Wilayah Daop 3 Cirebon
"Karena tidak ada baju ganti, anakku tertidur tapi menggigil," pungkasnya dengan nada bicara yang menyiratkan luka mendalam.
Kisah dari Desa Mardame ini menjadi potret nyata betapa besarnya trauma dan penderitaan yang dirasakan warga di wilayah pelosok yang sulit terjangkau bantuan saat bencana melanda.
Kebutuhan akan pakaian kering, makanan layak, dan pembukaan akses jalan kini menjadi hal yang sangat dinanti oleh para penyintas.***