Kerusakan Infrastruktur dan Lingkungan
Bencana banjir dan longsor di Agam menyebabkan kerusakan besar, antara lain:
- Rumah rusak berat: 854 unit
- Rumah rusak sedang: 298 unit
- Rumah rusak ringan: 392 unit
- Jembatan rusak: 28 titik
- Jalan rusak: 21 titik
- Tempat ibadah rusak: 27 unit
- Fasilitas pendidikan terdampak: 114 sekolah
- Irigasi rusak: 78 lokasi
- Hewan ternak terdampak: 5.481 ekor
- Lahan pertanian rusak: 2.044,84 hektare
Pembangunan Hunian Sementara (Huntara)
BNPB mencatat kebutuhan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan, dengan total ratusan unit. Salah satu pembangunan utama huntara dilakukan di SDN 05 Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Huntara ini memiliki kapasitas 117 kepala keluarga (KK) dalam 24 barak, dengan target penyelesaian pada 2 Januari 2026. Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai 4 persen.
Baca Juga: Film Suka Duka Tawa Tayang Mulai 8 Januari 2026 di Bioskop Indonesia
Pembangunan melibatkan personel gabungan TNI, BPBD, Dinas PUPR Agam, dan BNPB, dengan dukungan alat berat.
Pengerahan Alat Berat
Sebanyak 60 unit alat berat telah dikerahkan untuk penanganan darurat dan pemulihan, terdiri dari:
Baca Juga: BNN Bongkar 42 Jaringan Narkoba, 746 Kasus Berhasil Terungkap Sepanjang 2025
- 38 unit excavator
- 15 unit dump truck
- 4 unit wheel loader
- 3 unit bulldozer
Kegiatan BNPB di Lapangan
Tim BNPB terus melakukan pemantauan distribusi logistik di Posko Utama Kabupaten Agam di Lubuk Basung, berkoordinasi terkait perbaikan jalur transportasi, serta memonitor pembangunan huntara, termasuk pekerjaan cut and fill, pemasangan dinding GRC, pondasi, hingga penambahan alat berat.
Namun, proses pengecoran huntara masih terkendala keterbatasan pasokan air.