nasional

Hari Guru Nasional, Bupati Imron Ajak Guru Jadi Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045‎‎

Kamis, 27 November 2025 | 09:33 WIB
Peringatan HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional 2025 di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon, Selasa (25/11/2025)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Peringatan HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional 2025 di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon, Selasa (25/11/2025), menjadi momentum penguatan peran guru dalam memajukan dunia pendidikan.

Dalam acara tersebut, Bupati Cirebon Imron menegaskan bahwa kemajuan bangsa tak akan terwujud tanpa peningkatan kualitas para pendidik.

‎Di hadapan para guru yang hadir, Imron menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas peran serta dedikasi para pendidik di Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Kinerja APBN Berjalan On Track, Surplus Regional sebesar Rp18,33 Triliun

Namun, ia juga mendorong adanya peran yang lebih besar dari guru dalam mencetak generasi unggul.

‎“Saya berharap, agar peran para guru ditingkatkan untuk membawa anak-anak kita menjadi generasi yang pintar dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045,” ujarnya.

‎Menurutnya, guru adalah ujung tombak dalam membentuk pola pikir dan karakter peserta didik. Karena itu, ia menyebutkan bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dicapai tanpa peran strategis para pendidik.

Baca Juga: Kerugian Negara Rp1,15 Miliar: Kanwil DJP Jawa Barat II Serahkan Tersangka AR ke Kejari Bekasi

‎“Kalau Indonesia ingin maju, maka guru-guru inilah yang harus membuat perubahan di dalam pola pikir dan karakter anak-anak kita,” tegas Imron.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menekankan pentingnya peningkatan mutu guru sebagai bagian dari tema peringatan Hari Guru tahun ini, yaitu Guru Bermutu, Indonesia Maju; Bersama PGRI Menuju Indonesia Emas.

‎“Ini berarti rekan-rekan guru wajib untuk meningkatkan mutunya, meningkatkan profesionalismenya, serta meningkatkan kualifikasinya,” kata Ronianto.

Baca Juga: Menjelang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026, KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Pemeriksaan Prasarana dan Sarana

‎Ia berharap kesadaran ini tumbuh dari diri guru sendiri, khususnya bagi mereka yang telah menyandang status guru profesional.

‎“Kami berharap rekan-rekan kita dengan kesadaran sendiri, terutama untuk guru-guru yang sudah memiliki status sebagai guru profesional, agar bisa menata diri agar lebih baik di tahun-tahun yang akan mendatang,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai penekanan di tahun ini. Ia menilai bahwa karakter tidak dapat diajarkan hanya melalui teori, tetapi harus melalui teladan dari para guru.

Baca Juga: Dirjen Bea Cukai Beberkan Hambatan Pemberantasan Rokok Ilegal, Singgung Daya Beli dan Kebiasaan Masyarakat

‎ia menyebut, pendidikan karakter tidak bisa hanya diberikan dalam bentuk teori-teori saja, tetapi perlu adanya suatu keteladanan dari guru.

‎Karena itu, ia meminta guru untuk menampilkan karakter yang layak dicontoh oleh peserta didik. Teladan guru, kata dia, adalah fondasi utama keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.

‎“Oleh karena itu, kami berharap, guru-guru kita untuk menerapkan pada proses pendidikan karakter. Karakter guru itu harus juga bisa menjadi teladan bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga: RI Tambah Wakil Dubes di Beijing: Boy Thohir Nilai Langkah Ini Bisa Genjot Investasi dan Perdagangan

‎Dalam penjelasannya, Ronianto juga menyinggung pentingnya peran guru sebagai figur pengganti orang tua di sekolah.

Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan pendampingan yang optimal bagi anak-anak, terutama mereka yang tidak mendapatkan perhatian penuh di rumah.

‎Menurutnya, tidak semua peserta didik mendapat kasih sayang dari kedua orang tua. Ada yang orang tuanya telah tiada, dan ada pula yang tinggal berjauhan karena pekerjaan.

Baca Juga: Ketua DPR RI Respons Insiden Ibu Hamil di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 Rumah Sakit, Sentil Layanan Kesehatan Wilayah 3T

‎Karena itu, ia menegaskan kembali pentingnya peran guru dalam mendampingi dan membimbing anak-anak sebagai bagian dari proses pembentukan masa depan mereka.

‎“Dan pendampingan itu, saya minta guru menjadi orang tua yang kedua setelah orang tua mereka, orang tua kandung mereka,” pungkasnya. **

Tags

Terkini