FAJARNUSA.COM - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) Djaka Budi Utama, membeberkan produksi rokok dalam negeri meningkat.
Pasalnya, masih banyak permintaan dari konsumen rokok sehingga produsen terus memproduksi, sehingga kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) diakui belum efektif.
Hal tersebut diungkap oleh Djaka ketika Bea Cukai rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI pada Senin, 24 November 2025.
Baca Juga: RI Tambah Wakil Dubes di Beijing: Boy Thohir Nilai Langkah Ini Bisa Genjot Investasi dan Perdagangan
Merokok Sudah Jadi Kebiasaan Masyarakat
Djaka menyebut bahwa saat ini masyarakat sudah tidak peduli dengan besaran harga rokok, selama kebiasaan tersebut tetap berjalan.
“Sekarang ini masyarakat sepertinya sudah jenuh dengan tingkat harga rokok sehingga yang penting mereka mulutnya berasap, jadi tidak memperhatikan apakah itu mahal atau tidak, yang penting mulutnya berasap,” ujar Djaka dalam rapat tersebut.
“Jadi, sepertinya selama budaya atau kebiasaan masyarakat merokok, yang pasti akan terus merokok,” imbuhnya.
Kebijakan CHT Belum Efektif Menekan Produksi Rokok
CHT atau Cukai Hasil Tembakau merupakan kebijakan pungutan pajak pada produk tembakau yang bertujuan untuk mengendalikan konsumsi dan mengawasi peredaran.
Kebijakan tersebut, diakui Djaka belum bisa efektif, sehingga produksi rokok masih belum bisa ditekan.
“Berkaitan dengan kebijakan CHT, tampaknya belum efektif menekan produksi rokok,” ucap Djaka.
Artikel Terkait
Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Cirebon Terima BLT dari DBHCHT
Satpol PP Kabupaten Cirebon Gelar Pelatihan Penanggulangan Rokok Ilegal
Bea Cukai Arab Saudi Sita 100 Slop Rokok Jemaah Haji Indonesia, Berpotensi Ada Denda yang Harus Dibayar
Bupati Gunungkidul Minta Penerima Bansos Diperketat, Masih Beli Rokok dan Skincare Bakal Dianggap Mampu