FAJARNUSA.COM ‐ Kejadian longsor di Gunung Kuda mengakibatkan luka mendalam bagi keluarga korban. Lokasi Galian C yang terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon merenggut banyak korban jiwa yang sebagian adalah tulang punggung keluarga.
Insiden longsor Galian C di kawasan Gunung Kuda tersebut terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025 mengundang simpati dari berbagai kalangan.
Para pejabat pemerintah pun langsung terjun ke lapangan meninjau lokasi longsor Galian C di kawasan Gunung Kuda tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Cirebon Pastikan Hewan Kurban Aman dan Sehat Jelang Iduladha
Namun, ada beberapa fakta atas kejadian longsornya Galian C di kawasan Gunung Kuda Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang yang menewaskan total 20 orang tersebut.
1. Lokasi tambang Gunung Kuda telah
mengalami longsor sebanyak lima kali dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
2. Peristiwa pertama terjadi pada Minggu, 26 April 2015, ketika tebing setinggi 20 meter runtuh secara tiba-tiba, menewaskan dua pekerja, Tabrodi dan Edi Odong, serta menimbun dua ekskavator dan lima dump truck.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sebut Kasus Covid-19 Kembali Naik, Tapi Bukan Varian yang Mematikan
3. Longsor berikutnya terjadi pada Kamis, 30 September 2021, yang mengejutkan masyarakat dengan video material batu alam dan kapur berhamburan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
4. Pada Senin, 19 Juni 2023, longsor besar kembali terjadi, di mana pengelola tambang, Koperasi Al Jariyah, mengakui bahwa longsor tersebut merupakan bagian dari metode penambangan mereka dengan teknik "undercutting" atau pengerukan dari bawah tebing.
5. Dua tahun kemudian, pada Selasa, 11 Februari 2025, longsor kembali terjadi, tetapi tidak menimbulkan korban karena pekerja telah diliburkan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanda Tangani SE Soal Jam Masuk Sekolah di Jabar, Siswa Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB
6. Hingga akhirnya, tragedi paling mematikan terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 10.00
7. Lokasi Galian C Gunung Kuda pernah didatangi Dedi Mulyadi (KDM) sebelum menjabat Gubernur Jabar. Mantan Bupati Purwakarta dan anggota DPR RI itu mengaku beberapa waktu lalu dirinya melihat penambangan Galian C tersebut sangat berbahaya lantaran tidak memenuhi unsur standardisasi keamanan bagi para pegawainya.
8. Kenapa saat itu Dedi Mulyadi tidak menghentikan Galian C Gunung Kuda?
Baca Juga: Istana Jelaskan Arti Pidato Prabowo Soal Adu Domba Asing: Jangan Gadaikan Kepentingan Nasional
Mengapa saat itu ia tidak menghentikan Galian C di Gunung Kuda? Menurut KDM, ketika itu dirinya tidak bisa menghentikan lantaran belum punya kewenangan. Diketahui izin Galian C tersebut berlaku sampai Oktober tahun ini.
"Tetapi karena saat itu (Galian C) sudah berizin dan izinnya berlangsung sampai Oktober 2025, serta waktu itu saya tidak punya kapasitas apa pun untuk menghentikan, maka penambangan tersebut terus berlangsung," ucapnya.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa tambang tersebut tetap diberikan izin operasi pada tahun 2020, meskipun lokasi yang sama pernah mengalami longsor fatal pada tahun 2015.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 2025, Ini Syarat Sah Sapi Kurban dari Kondisi Fisik hingga Usianya
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirto Yuliono,
memberikan penjelasan saat ditemui usai
konferensi pers mengenai penetapan tersangka dalam kasus longsor Gunung Kuda di Mapolresta Cirebon, Minggu (1/6/2025).
Bambang menambahkan bahwa pemerintah provinsi pada saat itu memiliki dasar yang kuat untuk memberikan izin pertambangan lanjutan di lokasi tersebut.
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat juga sudah beberapa kali memberikan peringatan terhadap aktivitas Galian C di Gunung Kuda.
Baca Juga: 827 Siswa Jakarta Terima Ijazah Berkat Program Pemutihan Ijazah Tahap Ketiga
Tetapi peringatan yang diberikan tersebut tidak pernah digubris oleh pengelola. Sehingga terjadi peristiwa seperti sekarang ini.
9. Ironisnya Bupati Cirebon, Imron, di hari kejadian Jumat, 30 Mei 2025, tak tampak batang hidungnya, bahkan ucapan belasungkawa pun baru di Minggu, 1 Juni 2025 melalui tayangan Instagram Diskominfo Kabupaten Cirebon.
Orang nomor 1 di Kabupaten Cirebon, yang selayaknya kita sebut sebagai Bapaknya tetapi sangat slow respon sekali terhadap isu yang terjadi di daerahnya.
Baca Juga: Bupati Indramayu Buka Uji Kompetensi Teknis JPT dan JA, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
Diketahui orang nomor satu di Kabupaten Cirebon ini sedang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Imron sedang mengikuti acara Musyawarah Nasional Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dihelat di Hotel Sentra.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 29 - 31 Mei 2025. Sehingga bupati kemungkinan besar baru kembali ke Cirebon pada 1 Juni 2025.
Baca Juga: Setelah Insiden Job Fair Membludak di Bekasi, Pramono Anung Klaim Pemprov DKI Tak Sebar Info Loker Besar-besaran
Bupati Cirebon, Imron, baru berkunjung ke lokasi longsor Galian C di Kawasan Gunung Kuda pada Senin, 2 Juni 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon, jajaran TNI-Polri, termasuk Dandrem, Dandim 0620, Kapolresta Cirebon, serta kepala dinas terkait.
Ia meninjau langsung lokasi longsor dan proses evakuasi yang masih terus berlangsung.
Baca Juga: Titiek Soeharto Ungkap Peluang Ekspor usai Beras Surplus 4 Juta Ton, Agar Dampaknya Nyata Tuk Petani
“Hari ini kami hadir langsung untuk memastikan proses evakuasi berjalan baik, dan juga menyampaikan secara langsung rasa duka kepada para keluarga korban,” ujar Bupati Imron kepada awak media.
Itulah beberapa fakta terkait kejadian longsor di Galian C kawasan Gunung Kuda Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. **