Insiden Longsor Tambang Batu di Cirebon Telan 20 Korban Jiwa, Menteri Bahlil Sebut Kemungkinan Evaluasi Total

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 3 Juni 2025 | 07:58 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Instagram.com/@bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Instagram.com/@bahlillahadalia)

FAJARNUSA.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya akan mengecek lokasi insiden longsor tambang batu di kawasan Gunung Kuda, Cirebon.

Sebelumnya, tambang batu yang longsor itu merupakan galian menelan korban jiwa, termasuk pekerja dan warga sekitar. Tim SAR Gabungan kembali menemukan 1 jenazah pada Senin, 2 Juni 2025. sehingga total korban meninggal dunia kini tercatat sebanyak 20 orang.

Terkait hal itu, Bahlil berencana akan meninjau lokasi kejadian pada Selasa, 3 Juni 2025, seraya mengungkap adanya kemungkinan untuk mengevaluasi secara total imbas insiden tersebut.

Baca Juga: Bupati Lucky Hakim Terima Masukan DPRD tentang Nota Penjelasan Bupati terhadap Raperda RPJMD Kabupaten Indramayu 2025-2029

"Yang jelas itu galian C, ini sesungguhnya izinnya kita limpahkan ke daerah dan ke gubernur. Tapi dengan kondisi kayak begini tidak menutup kemungkinan untuk evaluasi total," ujar Bahlil di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin, 2 Juni 2025.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah mengirimkan Tim Inspektur Tambang untuk melakukan investigasi teknis lapangan terkait musibah longsor di area pertambangan batu alam yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat, 30 Mei 2025 sekitar pukul 09.30 WIB. 

Saat itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengatakan Tim Inspektur Tambang akan bergabung dengan tim tanggap darurat lainnya untuk melakukan serangkaian proses investigasi. 

Baca Juga: Peringati Harlah Pancasila 2025, Seskab Teddy Ajak Warga Tanah Air Kembali ke Jati Diri Bangsa Indonesia

Langkah awal mencakup pemetaan lokasi menggunakan drone untuk memetakan skala kerusakan dan status medan. Setelah itu, tim akan melakukan asesmen potensi longsor susulan, sekaligus menganalisis faktor penyebab dari berbagai aspek, mulai dari teknis, prosedur, lingkungan, hingga kondisi kerja.

"Hasil analisis ini nantinya akan dijadikan dasar rekomendasi tindakan korektif dan preventif agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Tri dalam kesempatan berbeda di Jakarta, pada 31 Mei 2025.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X