FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Seorang Ayah warga Kota Cirebon merasa dipersulit saat mengurus pisah Kartu Keluarga (KK) untuk sang anak di Disdukcapil Kota Cirebon.
Sang Ayah menerangkan kepada Rahmat Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kronologi kenapa dirinya mengurus pisah KK untuk sang anak.
"Karena dibutuhkan untuk persyaratan kuliah anak saya, jadi KK nya harus dipisah, dan di KK hanya berdua, anak dan sang ibu saja," terang Ayah kepada Sekretaris Disdukcapil.
Baca Juga: Kabar Gembira ! Bagi Pelaku UMK di Indramayu, KAI Daop 3 Cirebon Berikan Pelatihan buat Mitra Binaan
"Ya, sudah silahkan ke sebelah loket 1, saya sudah sampaikan," ujar Rahmat.
Kemudian, sang Ayah pun bergegas ke sebelah loket 1.
"Ada yang bisa dibantu dan dengan siapa ini ?, tanya staf di loket."
Baca Juga: DPR Soroti Bahan Tempat Makan MBG, Desak BGN dan BPOM Buat Standar Keamanan
"Saya mau proses pisah KK anak saya, jawab sang Ayah, tadi sama Pak Rahmat disuruh kesini, tambahnya."
"Owh, Ayahnya tidak ada didalam KK ya ? Tanya sang staf di loket.
Kemudian sang staf pun menerangkan bahwa yang memproses harus yang ada di dalam KK tersebut.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Diminta Kirim Andre Onana ke Barak TNI usai MU Keok Lawan Spurs di Final Liga Europa 2025
Ironisnya birokrasi yang kadang mempermudah, kadang mempersulit. Padahal yang mengurus pisah KK itu adalah Ayah kandung dari sang Anak. Sudah kewajiban Ayah membuat senang anak, membantu anak dalam urusan apapun.
Namun, birokrasi tidak mudah begitu saja, walau sudah ada rekomendasi dari Sekretaris Disdukcapil pun sang Ayah masih harus di lempar - lempar agar menemui Ibu Sofi di Mall Pelayanan Publik.
Sang Ayah pun bergegas menuju Mall Pelayanan Publik menemui Ibu Sofi sesuai arahan dari staf Disdukcapil.
Baca Juga: Penjelasan Kejagung Terkait Penangkapan Bos Sritex, Diduga Lakukan Korupsi Penyaluran Kredit Bank Hampir Rp3,6 T
Namun, bukannya diproses, disana sang Ayah pun hanya mendapatkan penjelasan yang sama seperti di loket Disdukcapil.
Ayah yang sedang mengurus anaknya untuk keperluan sekolah, dipersulit oleh birokrasi pemerintah, tepatnya di Disdukcapil Kota Cirebon.
Bagaimana dengan orang lain, bagaimana dengan orang tua lain, atau para pegawai pemerintahan itu sendiri, jika merasakan hal yang sama, mengurus anak kandungnya sendiri di lempar - lempar harus kesana kemari tapi tetap saja tidak bisa. **