nasional

Agus Sulistiyono Serukan Pemerintah untuk Pro Rakyat, Stop Impor Beras, Sapi, dan Daging Beku yang Memukul Petani serta Peternak

Minggu, 10 November 2024 | 18:11 WIB
Agus Sulistriyono, CEO Promedia, menyuarakan kritik pedas terhadap kebijakan impor komoditas (Instagram.com/@azoelis)

FAJARNUSA.COM -- Agus Sulistriyono, CEO Promedia, menyuarakan kritik pedas terhadap kebijakan impor komoditas yang dinilainya merugikan petani, peternak, dan nelayan di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Agus menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah pro-rakyat, khususnya bagi kelompok kecil di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Menurut Agus, kebijakan impor yang tak terkendali telah membuat harga komoditas lokal seperti beras, sapi, dan domba menjadi sangat rendah, hingga para produsen dalam negeri kesulitan bersaing.

Baca Juga: Kapten Kyai Ilyas, Sosok Pahlawan dari Lumajang

Ia menilai upaya swasembada yang digembar-gemborkan pemerintahan Prabow-Gibran akan sia-sia jika kebijakan ini tidak diubah secara nyata.

1. Stop atau Kurangi Impor Beras

“Kalo kita berpihak sama petani, peternak dan nelayan, maka stop/kurangi impor beras,” tegas Agus.

Ia menilai bahwa keberhasilan swasembada beras hanyalah angan-angan apabila harga jual beras di tingkat petani masih sangat rendah. Kondisi ini membuat petani terancam terus merugi dan kehilangan motivasi untuk menanam padi.

Baca Juga: Soroti Prabowo yang Mampir ke China, Intip Alasan Dua Tokoh Menteri yang Ikut Sang Presiden RI Bertemu Xi Jinping

2. Stop atau Kurangi Impor Sapi

Agus juga mengkritik tingginya ketergantungan pada sapi impor. Menurutnya, jagal (penjagal hewan ternak) lebih mengutamakan sapi impor yang cenderung lebih murah, yang pada akhirnya membuat harga sapi lokal semakin jatuh.

“Akibatnya harga sapi lokal murah. Buat beli pakan penggemukan saja bisa tekor,” ujarnya.

Baca Juga: Deretan Fakta Kasus Bandar Judol Asal Kamboja yang Punya Sindikat Jual Beli Rekening di Jakbar: Dugaan Transaksi Rp21 Miliar!

3. Stop Impor Daging Domba Beku

Lebih lanjut, Agus menyoroti persoalan impor daging domba beku yang dinilai berpotensi menghancurkan ekonomi peternak kecil.

Ia mengingatkan bahwa sebagian besar peternak domba atau kambing hanyalah rakyat kecil yang menjalankan bisnis rumahan.

“Ini benar-benar jangan sampai dibuka kran impor. Kalau harga domba/kambing ancur, makin banyak korban dari rakyat kecil,” tegas Agus.

Baca Juga: Hotel Apita Cirebon, Sepi Pengunjung Perlu Perbaikan Fasilitas untuk Kenyamanan Tamu

4. Perketat Pengawasan terhadap Kapal Asing di Lautan Nusantara

Selain isu impor, Agus menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kapal-kapal ikan asing yang kerap mencuri ikan di lautan Indonesia.

Ia berharap pemerintah tak malah melakukan “kongkalikong” atau kompromi yang merugikan nelayan lokal.

Baca Juga: Hormati Pahlawan, Prabowo Letakkan Bunga di Monumen Pahlawan Rakyat Tiananmen

Ajakan Kepada Media dan Pemerintah untuk Mendukung Rakyat Kecil

Agus juga mengajak media untuk lebih memperhatikan nasib petani, peternak, dan nelayan kecil di Indonesia.

Ia menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo Subianto agar berpihak pada rakyat kecil dan menjaga kepentingan nasional.

Baca Juga: Shin Tae-yong Beri Sinyal Kuat Kevin Diks Bakal Tampil di Laga Kontra Jepang, Bikin Lini Belakang Tim Garuda Auto Tahan Gempuran

“Jangan sampai Program Makan Bergizi Gratis justru menguntungkan segelintir orang lewat sedikit-sedikit impor,” tambah Agus.

Perluasan Hilirisasi untuk Semua Sektor

Agus turut menekankan pentingnya hilirisasi atau pemrosesan produk di dalam negeri, yang menurutnya harus diperluas bukan hanya untuk sektor tambang, tetapi juga bagi pertanian dan peternakan.

“Hilirisasi dimaknai dengan nasionalisme. Mencintai produk lokal,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Setujui Tiga Raperda, Ini Harapan Pj Bupati Cirebon

Dalam penutupnya, Agus menyampaikan bahwa semangat nasionalisme dan dukungan bagi produk lokal harus menjadi dasar kebijakan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia berharap langkah-langkah konkret untuk mendukung rakyat kecil segera terealisasi, agar kesejahteraan masyarakat kecil tetap terjaga. **

Tags

Terkini